'Menyelam' Sungai Amazon dari Singapura
Selain panda, River Safari juga menyuguhkan satwa darat lainnya, seperti yang ada di Hutan Amazon.
Menyelam di Sungai Amazon, Amerika Selatan, tentu sangatlah berbahaya. Banjir bisa tiba-tiba datang, dan segala hewan, baik reptil, mamalia, serta ikan yang ganas siap menerkam siapapun yang masuk ke dalamnya.
Namun di River Safari, Singapura, pengujung bisa melihat replika liarnya kehidupan bawah air di sungai terpanjang kedua di dunia tersebut lewat sebuah akuarium raksasa dengan volume air tawar 2.000 meter kubik.
Di akuarium 22x22x4 meter tersebut, terdapat 18 jenis satwa yang memang hidup di Sungai Amazon, seperti lembu laut (manatee), ikan arapaima dan ikan lele buntuh merah. Namun, satwa ganas seperti piranha dan belut listrik, ditempatkan terpisah untuk menghindari pertumpahan darah di bawah air.
Tidak hanya satwa, di akuarium raksasa itu juga menjulang replika pohon-pohon besar yang setengah batang besarnya berada di dalam air. Replika ini dibuat agar pengunjung bisa membayangkan banjir 'abadi' di Hutan Amazon yang merendam pohon-pohon, dan dijadikan habitat bagi satwa liar.
Wahana Amazon Flooded Forest sejatinya hanya sebagian kecil dari River Safari. Area terbaru yang dikelola Wildlife Reserve Singapore (WRS) ini merupakan taman kehidupan liar pertama di Asia yang bertemakan sungai.
Selain Amazon, taman ikan air tawar di atas 12 hektar lahan ini, juga menyugguhkan kehidupan bawah air di sungai-sungai besar lain di dunia, seperti Sungai Nil di Mesir, Sungai Mississipi di Amerika Serikat, Sungai Kongo di Afrika Tengah, Sungai Mekong di Vietnam dan Yangtze di China.
Semua kehidupan bawah air sungai tersebut bisa tersaji lewat akuarium, sehingga tingkah dan polah satwa bisa disaksikan jelas hanya berbatas kaca. Total volume air untuk satwa di River Safari ini mencapai 34 ribu meter kubik.
River Safari yang baru diluncurkan pada 28 Februari tahun lalu itu juga tidak hanya menyajikan satwa dalam akuarium air tawar, tetapi juga yang hidup di darat. Paling populer barangkali adalah Kai-Kai dan Jia-Jia, dua ekor panda penghuni Giant Panda Forest.
Melihat dua hewan besar yang lucu itu seakan menjadi penyeimbang setelah menengok ganasnya kehidupan Sungai Amazon. Di Giant Panda Forest, para pengunjung juga harus mengalami perubahan suhu yang drastis dari sekitar 30 derajat celcius ke 19 derajat.
Penurunan temperatur ini semata-mata agar dua panda lucu tersebut bisa tetap bisa hidup di luar daerah asalnya, China. Dan benar saja, dua panda itu terlihat terus asyik nyemil bambu, untuk kemudian terlelap, terbangun, makan lagi, dan begitu seterusnya.
Selain panda, River Safari juga menyuguhkan satwa darat lainnya, seperti yang ada di Hutan Amazon. Amazon River Quest bisa disaksikan lewat sebuah perahu yang akan melintas di kanan kiri habitat satwa di hutan tropis di Amerika Selatan itu. Pengunjung juga bisa menumpang kapal yang agak besar selama 15 menit untuk membelah Waduk Seletar.
Namun, ongkos naik dua perahu tersebut di luar biaya tiket masuk yang dikenakan, yakni sekitar Rp 235.000 untuk dewasa dan Rp 150 ribu untuk anak-anak.
Di River Safari, total ada 6.000 dari 200 jenis satwa baik air maupun darat, yang 40 persen di antaranya terancam punah. 400 Jenis tumbuhan juga akan menambah asri taman yang sudah rindang karena berada di sekitar hutan.
Baca juga:
Empat sosok berdarah Indonesia jadi pejabat di negara lain
Komisi I desak pemerintah bahas ekstradisi dengan Singapura
JK: Malaysia dan Singapura bakal diserbu TKI
Nenek 78 tahun ini suka musik rock dan jago main gitar
10 Larangan aneh ini bikin dahi berkerut
Uang Rp 487 M amblas buat danai judi, warga Singapura lapor polisi