Menulis sejarah PKI di Salatiga, wartawan Lentera diperiksa polisi
Tiga orang awak media Majalah lentera diperiksa selama 4-5 jam.
Tiga orang wartawan Majalah Lentera yang diterbitkan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di periksa oleh polisi di Kantor Polres Salatiga, Jawa Tengah. Penyebabnya, mereka menulis artikel tentang sejarah dan cerita korban pembantaian tragedi 1965 di Kota Salatiga dan sekitarnya.
Tiga awak redaksi majalah terbitan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga itu antara lain Pemimpin Umum Arista Ayu Ananda, Pemimpin Redaksi Bima Satria Putra dan Bendahara Septi Dwi Astuti.
Saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (19/10), Bima Satria Putra membenarkan pemeriksaan yang dilakukan polisi pada Minggu (18/10). "4-5 jam (diperiksanya) pak," ungkap Bima dalam pesan singkatnya kepada merdeka.com Senin (19/10) siang.
Namun Bima enggan membeberkan materi pemeriksaan yang dilakukan polisi. "Karena beberapa alasan dan pertimbangan redaksi lentera memutuskan untuk tidak memberikan pernyataan terkait kasus tersebut," ungkap Bima dalam pesan singkatnya.
Selain memeriksa tiga awak redaksi majalah Lentera, polisi juga memeriksa dan meminta keterangan serta penjelasan beberapa anggota civitas akademik UKSW Kota Salatiga. Dari mulai dekan, pembantu rektor dan rektor kampus tersebut.
Untuk diketahui, pada edisi ketiganya, Majalah Lentera mengangkat judul 'Salatiga Kota Merah' dengan font berukuran besar berwarna merah. Kemudian, sebagai latar judul gambar atau foto cover hitam warna hitam putih menggambarkan kerumunan masa terdapat simbol palu arit yang merupakan simbol PKI.
Majalah ini menulis cerita atau sejarah dengan cara mewawancarai para korban pembantaian simpatisan PKI di Kota Salatiga. Majalah diterbitkan dalam rangka memperingati hari tragedi pembantaian korban PKI yang terjadi di Kota Salatiga, Jawa Tengah.
Majalah tersebut dicetak 500 eksemplar dan disebarluaskan selain di lingkungan kampus UKSW Kota Salatiga, juga didistribusikan ke beberapa agen-agen yang tersebar di Kota Salatiga, Jawa Tengah.
(mdk/noe)