Menteri Yohana: Setop mata rantai kekerasan anak dan perempuan
Menteri Yohana: Setop mata rantai kekerasan anak dan perempuan. "Anak selain anugerah Tuhan, juga sebagai harapan bangsa. Karena keluarga harus merawat dan menjaga anak dengan baik," ucap Yohana.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise menegaskan seluruh pihak harus memutus mata rantai kekerasan terhadap anak dan perempuan. Untuk itu, ia mengimbau seluruh pemerintah daerah harus melakukan sosialisasi hingga ke tingkat desa untuk menjelaskan hak-hak anak serta perempuan.
"Sehari bersama anak dan deklarasi kota layak anak merupakan upaya untuk memutuskan mata rantai kekerasan terhadap anak dan perempuan," ucap Yohana seperti diberitakan ANtara, Senin (31/7).
Begitu pula dengan pemberian jaminan hak anak, akses multi sektor terhadap anak meliputi pendidikan, kesehatan, sosial budaya, agama, dan sebagainya.
Selain itu, Yohana mengungkapkan peran keluarga penting dalam menjaga serta merawat anak. Dirinya juga meminta pers di semua perusahaan media untuk membantu pemerintah akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan mengangkat isu-isu peran keluarga.
"Anak selain anugerah Tuhan, juga sebagai harapan bangsa. Karena keluarga harus merawat dan menjaga anak dengan baik," ucap Yohana.
"Jika anak meminta lapangan sepakbola, maka berikan mereka lapangan sepakbola, kalau mereka meminta kolam renang, berikan ke mereka. Jangan di tolak permintaan mereka," ujarnya.
Dia juga meminta agar pemerintah dapat menambah anggaran organisasi perangkat daerah khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) di daerah dalam rangka peningkatan pembinaan, pemberian akses dan perlindungan kepada anak.(mdk/rhm)