LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menteri Susi sebut nelayan kecil kini bisa dapat ikan tuna

Dia mengungkapkan, saat ini tuna bukan hanya milik kapal-kapal besar atau kapal asing. Sebab saat ini seluruh nelayan Indonesia bisa mendapatkan ikan tuna.

2018-06-02 00:44:00
Susi Pudjiastuti
Advertisement

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri 3rd Bali Tuna Conference (BTC) dan 6th Internasional Coastal Tuna Business Forum (ICTBF-6) di Legian, Kecamatan Kuta, Badung, Bali.

Susi mengatakan, dua tahun yang lalu pihaknya sudah memulai perang terhadap ilegal fishing dan membuat sebuah keberlanjutan sumber daya alam sebagai salah satu pilar utama. Tentu aturan ini guna mengelola dan mengeksploitasi hasil laut dalam perikanan di Indonesia.

"Hasilnya sangat luar biasa, perikanan merupakan salah satu komoditi yang menyumbangkan surplus di tahun ini terhadap ekonomi Indonesia. Nilai tukar nelayan naik, jumlah ikan naik," katanya usai acara, Jumat (1/6).

Advertisement

Selain itu, dia menjelaskan, Indonesia dalam forum tersebut berbicara tentang persoalan sertifikasi agar produk Indonesia bisa lebih kompetitif. Karena dengan sertifikasi tersebut diharapkan ikan tuna dari Indonesia bisa mendapatkan harga premium sehingga mampu berkompetisi di pasar dunia.

"Pengusaha-pengusaha di Indonesia harus mempunyai komitmen terhadap transbility. Kedua, mendapatkan sertifikasi karena tanpa sertifikasi kita tidak bisa jual dengan harga premium," jelasnya.

Menurut Susi, saat ini pasar dunia sudah peduli dengan keberlanjutan dan human right. Sehingga, sebuah industri tidak boleh lagi melakukan manajemen semaunya sendiri. Mengingat hal itu ada dalam aturan dan standar dunia.

Advertisement

"Kita semua juga harus mengarah kepada yang lebih baik, yaitu keberlanjutan dan kita juga sebagai negara laut harus berdaulat," tegasnya.

Dia mengungkapkan, saat ini tuna bukan hanya milik kapal-kapal besar atau kapal asing. Sebab saat ini seluruh nelayan Indonesia bisa mendapatkan ikan tuna.

"Dua tahun yang lalu kita mulai sebuah kebijakan, di kritis kanan dan kiri, disepelekan, dicaci dan diprotes semua jelek. Makannya, sekarang membuktikan bahwa polusi yang benar menguntungkan semua pihak. Bahwa polusi yang benar membuat kemungkinan nelayan mendapatkan tuna," ujarnya.

"Kalau laut kita jaga semuanya bisa mendapatkan. Itu yang paling penting. Bahwa, eksploitasi hasil alam yang benar adalah menjaga keberlanjutan supaya terus ada dan banyak. Kalau ada, tapi sedikit tidak cukup buat industri dan tidak cukup untuk bisnis. Ada dan banyak itu sangat penting," tutup Susi.

Baca juga:
Pastikan mutu perikanan domestik, BKIPM Aceh sidak ke pasar dan pelabuhan
Menteri Susi minta Jepang turunkan bea masuk produk perikanan RI
KKP catat kasus penyelundupan didominasi benih lobster di 2018
Ratusan ikan cakalang mati misterius di pantai Minahasa Tenggara
KKP pastikan KJA tak akan saingi keramba terapung milik swasta
Memilih Keramba Jaring Apung Offshore buatan Norwegia ketimbang nasional
Jokowi harap keramba jaring apung beri nilai tambah sektor perikanan RI

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.