Menteri Siti geram banyak kebakaran hutan & lahan di Pelalawan
Dia meminta Kapolri memantau sampai tuntas, guna menghindari intervensi dari berbagai pihak.
Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, merupakan salah satu daerah terparah kebakaran hutan dan lahan. Dari belasan perusahaan yang diselidiki polisi, ada 4 perusahaan yang masuk penyidikan.
Bahkan, lahan seluas 15 hektare di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, yang disebut-sebut milik Ketua DPRD Pelalawan Nazaruddin ikut terbakar.
Dalam proses hukum lahan terbakar yang diduga milik Ketua DPRD Pelalawan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti untuk memantau sampai tuntas, guna menghindari intervensi dari berbagai pihak.
"Kita minta Kapolri dan Kapolda Riau memantau proses hukum di sana (Polres Pelalawan)," ujar Menteri Siti melalui pesan singkatnya kepada merdeka.com, Sabtu (26/9).
Menteri Siti sangat geram atas ulah perusahaan dan pejabat yang tidak menjaga lahannya sehingga terjadi kebakaran dan mengakibatkan pekatnya kabut asap. Akibatnya, ribuan jiwa penduduk Riau menderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Siti berjanji akan melakukan pengecekan lahan mana saja yang terjadi kebakaran di Pelalawan.
"Saya akan cek ya, (melalui) kod dir pidana Kementerian LHK," tegas Siti.
Informasi yang diperoleh merdeka.com, selain lahan milik ketua DPRD Pelalawan, ribuan hektare lahan milik perusahaan juga ikut terbakar. Hingga saat ini, petugas gabungan dari TNI Polri dan Brimob Sumut serta Manggala Agni dibantu masyarakat masih melakukan proses pemadaman di lapangan.
"Ada 4 perusahaan yang sedang disidik Polres Pelalawan, sedangkan yang masih penyelidikan jumlahnya sekitar belasan," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik kepada merdeka.com.
Adapun keempat perusahaan yang masuk proses penyidikan di Polres Pelalawan yakni; PT Pusaka Bumi Mega Nusantara (PMBN), PT Parawira, PT Bukit Raya Pelalawan, dan PT Langgam Jaya.
"Perusahaan yang sedang kita lakukan penyelidikan yakni PT Rimba Lazuardi dan PT Guna Dodos, dan perusahaan lainnya," pungkas Guntur.
Baca juga:
Polisi sidik 6 perusahaan penyebab kabut asap di Riau
57 Orang jadi tersangka karhutla di Riau, 15 perusahaan disidik
Imbas asap kebakaran hutan, bayi 8 bulan ini mengidap ISPA
Kualitas udara di Palangkaraya, Pekanbaru dan Pontianak 'Berbahaya'
Kabut asap Riau tak kunjung hilang, 34.846 warga kena ISPA