Menteri PU: Rehab jembatan Lebak harusnya tidak tunggu ambruk
"Kalau infrastruktur jembatan atau jalan harus ada pemeliharaannya," kata Basoeki.
Bupati Lebak, Banten Iti Octavia Jayabaya, mengatakan lokasi jembatan yang rubuh dan mengakibatkan 46 orang jatuh, sudah dibebaskan dan masuk ke dalam proyek nasional waduk Kariun, sehingga sengaja tidak direnovasi.
Kendati demikian, alasan ini tidak diterima begitu saja oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochammad Basoeki Hadimoeljono.
"Kalau infrastruktur jembatan atau jalan harus ada pemeliharaannya. Setelah beberapa tahun ada rehabnya enggak tunggu ambruk," cetus dia kepada wartawan di lokasi kejadian, Banten, Senin (16/3).
Kementerian berjanji akan membantu pendanaan proyek perbaikan jembatan maut Lebak yang membuat 46 orang cedera.
"Tahun ini mulai dibangun. Besok dibangun jembatan sementara, 2-3 tahun. Dana dari kabupaten 200 juta. Nanti saya bangun untuk yang panjang-panjang," tuturnya.
Iti menuturkan jembatan ini pernah diperbaiki. Kendati demikian, menurut mantan kepala desa Tambak perbaikan jembatan yang pernah dilakukan tidak total dan tidak aman.
"Pada umumnya kami laporan dulu. Ini salah satunya terlalaikan. Kita pernah dapat dua kali rehab tapi pakai papan. Perbaikan pondasi coran," ungkap dia.
Baca juga:
Bupati akui masih ada 360 jembatan rusak berat di Lebak
Sebelum putus, jembatan gantung di Lebak dipakai 60 siswa
Cerita haru Menteri Anies bujuk bocah korban jembatan putus ke RS
Jembatan roboh, Bupati Lebak malah salahkan anak-anak
Menteri PU tak yakin dengan laporan Bupati Lebak soal jembatan rusak