Menteri Marwan ingin desa di Bekasi jadi destinasi wisata
Harahap ini muncul dengan adanya penyerapan anggaran dana desa di wilayah tersebut.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar ingin desa di Hegarmukti, Cikarang Pusat, Bekasi, menjadi salah satu destinasi wisata. Harahap ini muncul dengan adanya penyerapan anggaran dana desa di wilayah tersebut.
Pada tahun 2015, Hegarmukti mengalokasikan dana untuk pembangunan turap dan irigasi. Pembangunan turap dilakukan di Setu Rawabinong sepanjang 1100 meter dari luas setu 95 ribu meter persegi.
Marwan menyambut baik rencana pembangunan irigasi tersebut. Selain berdampak baik bagi pengairan, Marwan yakin hal itu akan membuat daerah tersebut sebagai kawasan wisata yang mampu meningkatkan perekonomian daerah setempat.
"Kucuran dana desa akan jadikan Hegarmukti menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi," kata Marwan di Jakarta, Senin (15/2) lewat keterangan tertulis.
Rawa seluas 95 ribu meter persegi itu seperti oase bagi masyarakat Bekasi. Setiap harinya para pemancing meramaikan rawa tersebut. Bahkan, untuk meramaikan rawa itu, warga akan menggelar lomba mancing pada 19 Februari 2016 mendatang.
Sementara itu, Lurah Hegarmukti, Jamad Jais mengaku akan terus memaksimalkan potensi dari daerahnya. Salah satunya dengan membuat wisata air.
"Dorongan dan bantuan dari pusat kami harapkan agar menjadi tempat wisata dan kampung adat yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Jamad.
Selain itu, Jamad juga mengatakan nantinya di setiap sisi Setu akan ditanam pohon-pohon langka sebagai bentuk pendidikan. Saat ini, warganya pun sedang berusaha menanam pohon binong sebagai trademark setu.
Sebelumnya, berdasar riset yang dilakukan oleh Research Institute of Human and Nature (RIHEN), Rawa Binong menjadi setu yang paling ideal dari 187 setu di Jakarta terkait pemanfaatannya.
Rumah Singgah ini terletak persis di depan Setu Rawa Binong. Salim, staf desa Hegar Mukti mengatakan, Rumah singgah ini terbuat dari pohon nangka tua. Meski baru dibangun, tetapi bahan utama rumah berasal dari 4 generasi yang lalu.
Rumah singgah menjadi rumah bersama bagi warga Hegarmukti. Ia juga menjadi semacam tempat berkumpul terutama saat purnama. Biasanya, semalam suntuk, warga lek-lekan (tidak tidur) dalam acara ritual ngabumbang.
Baca juga:
Kelangkaan pangan, Menteri Marwan minta dana desa fokus di pertanian
Menteri Marwan harus waspadai penyaluran dana desa ke daerah
Disimpan dalam bagasi motor, Rp 120 juta dana desa Aceh Barat raib
Jokowi tantang kepala desa mampu atau tidak menggerakkan padat karya
Pemerintah bakal paksa Pemda gunakan dana yang mengendap di bank