LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menteri Luhut emosi Gubernur Kaltim tak hadiri rakor kebakaran hutan

"Saya minta nanti gubernurnya telepon saya, jangan main-main. Segera suruh telepon saya," tegas Luhut.

2015-09-15 17:14:04
Menkopolhukam
Advertisement

Menko Polhukam, Luhut Binsar Panjaitan tidak dapat menahan amarahnya ketika mengetahui kepala BMKG dan kepala daerah yang daerahnya terkena dampak kabut asap tidak semua hadir dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana asap di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Senayan, Jakarta.

Luhut memang diketahui memimpin rapat koordinasi tersebut. Rapat yang dimulai pukul 13.30 WIB itu turut dihadiri oleh Menteri LHK Siti Nurbaya, Kepala BNPB Willem Rampangilei, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Ia naik pitam lantaran kepala daerah Terdampak kabut asap dinilai tidak serius dalam menyelesaikan bencana ini. Hal ini terjadi ketika, perwakilan Kalsel dan perwakilan BMKG memaparkan kondisi terakhir, upaya penanggulangan dan kendala yang dihadapi terkait kabut asap.

"Saya dari BPBD Kalimantan Selatan. Saya akan menyampaikan kondisi di Kalimantan Selatan," kata pria yang tidak menyebutkan nama ketika hendak presentasi itu.

Seketika itu juga, Luhut langsung menghentikan pemaparan pria itu dan langsung bertanya dengan nada tinggi. "Loh Gubernurnya di mana?" tanya Luhut dengan kesal.

Pria itu langsung menjawab "Saya enggak tahu Pak, saya cuma diperintahkan untuk mewakili di sini," jawabnya.

Luhut merespon jawaban pria itu dengan tegas, "Saya minta nanti gubernurnya telepon saya, jangan main-main. Segera suruh telepon saya. Situasi lagi darurat begini, gubernurnya enggak ada. Sekali lagi jangan main-main. Ini perintah Presiden," tegasnya.

Lanjutnya, Luhut menyampaikan kondisi kabut asap saat ini sudah sangat buruk, maka dari itu ia meminta kepada seluruh pihak untuk tidak main-main.

"Saya minta kepada semua, kalau dalam keadaan darurat seperti ini, saya tidak minta diwakili, kecuali memang betul-betul tidak bisa hadir. Karena ini menyangkut rakyat. Jangan ada yang main-main," sambungnya.

Dalam memaparkan kesimpulan, ia menjelaskan bahwa pertemuan kali ini akan berlanjut untuk mengetahui progres terkait langkah yang kita ambil hari ini. "Kita akan ketemu lagi 8-10 hari ke depan untuk tahu progresnya. Kepada seluruh pihak untuk hadir, jangan main-main," tambahnya saat menutup Rakor.

Untuk diketahui, kepala daerah yang hadir dalam rakor ini hanya Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin, Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rach, Plt Gubernur Jambi, Irman, Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Kalimantan Barat, sedangkan Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin tidak hadir dan hanya diwakili oleh kepala BPBD daerah tersebut.

Baca juga:
Polri akui kesulitan tangani kasus kebakaran hutan
Ribuan warga Riau gelar salat minta hujan di tengah kabut asap
4 Polda terjunkan 70 penyidik untuk penjarakan pembakar hutan
Menko Polhukam: Masalah kebakaran sudah sampai tingkat kritis
Satu perusahaan jadi tersangka kasus pembakaran hutan dan lahan

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.