Menteri LHK Sebut Paus di Wakatobi Makan Plastik dikira Ubur-Ubur
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menurunkan tim peneliti untuk menyelidiki penyebab matinya paus sperma, dengan isi perut penuh sampah plastik di Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Temuan sementara, paus itu makan plastik karena mirip ubur-ubur.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menurunkan tim peneliti untuk menyelidiki penyebab matinya paus sperma, dengan isi perut penuh sampah plastik di Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Temuan sementara, paus itu makan plastik karena mirip ubur-ubur.
"Kita turunkan tim untuk menyelidiki penyebab kematiannya," ungkap Siti di Palembang, Rabu (21/11).
Menurut dia, enam kilogram sampah plastik dalam perut paus itu terbilang jumlah yang besar. Kemungkinan, sampah itu dikira paus ubur-ubur yang biasa dimakannya.
"Katanya paus makan ubur-ubur, ada teorinya. Karena plastik itu bening-bening, rada-rada mirip ubur-ubur jadi dimakan saja gitu. Itu lagi diteliti," ujarnya.
Dia menegaskan, masalah ini telah sampai ke telinga presiden sehingga menginstruksikan beberapa kementerian dalam komando Kemenko Maritim untuk menanganinya, terutama sampah di laut. Sebab, mayoritas sampah di laut berasal dari darat yang terbawa air atau sengaja dibuang.
"80 persen sampah laut berasal dari darat. Oleh karena itu penanganannya harus dari hulu ke hilir," pungkasnya.
Baca juga:
Menyedihkan, Paus Sperma Mati Terdampar di Perairan Wakatobi
Ikan Paus Mati Terdampar di Wakatobi, Perutnya Dipenuhi 5,9 Kg Sampah
Paus 10 ton terdampar di perairan dangkal Prancis
Satwa langka pesut Mahakam kembali ditemukan mati, diduga diracun
Paus 5 meter tanpa sirip ditemukan mati terdampar di Pantai Maratua
Jauh-jauh dari Arktik, paus beluga kembali mampir ke London