Menteri BUMN minta proyek LRT di Palembang tak lagi makan korban
Menteri BUMN minta proyek LRT di Palembang tak lagi makan korban. Rini mengingatkan, kecelakaan kerja bisa diminimalisir jika keselamatan dan keamanan menjadi acuan bagi pengelola dan pekerja.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno menyesalkan kecelakaan kerja yang kerap terjadi dalam pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Palembang. Dia meminta PT Waskita Karya (Persero) mengedepankan faktor keselamatan kerja dan bertanggung jawab kepada korban.
Hal itu diungkapkan Rini saat meninjau proyek pembangunan LRT di zona lima Jakabaring Palembang, Jumat (4/8). Rini mengingatkan, kecelakaan kerja bisa diminimalisir jika keselamatan dan keamanan menjadi acuan bagi pengelola dan pekerja.
"Kita sayangkan jika selalu ada kecelakaan. Semua mencoba untuk menjaga, dikatakan safety first. Kita jaga, jangan sampai terjadi lagi," ungkap Rini.
Meski demikian, dia menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang menyebabkan kerugian materiil maupun jiwa. Santunan bagi para korban mesti diberikan secara layak sebagai bentuk tanggung jawab moral.
"Ya seringkali terjadi, tapi kami minta maaf, tentu tidak kita harapkan, tidak diprediksi, di luar kontrol. Untuk santunan diberikan yang memadai," ujarnya.
Dalam catatan, beberapa insiden terjadi selama pembangunan LRT di Palembang. Diantaranya, jatuhnya girder menimpa ruko dan rumah warga akibat crane terbalik baru-baru ini. Insiden itu membuat tiga korban terluka dan bangunan hancur.
Terbaru, dua pekerja LRT tewas usai terjatuh saat memasang beton parapet atau dinding pembatas rel. Belum lagi beberapa kejadian lain yang mengakibatkan korban terluka.
Baca juga:
Buntut girder jatuh, pembangunan LRT Palembang terancam mundur
Girder jatuh, 3 orang diperiksa dan pembangunan LRT terancam molor
Jatuh saat pasang beton pembatas rel, 2 pekerja LRT Palembang tewas
Ada 2 lokasi rawan kecelakaan kerja di proyek LRT Palembang