Menteri Basuki dan Gibran Tinjau Pembangunan Pintu Air Demangan
Basuki menyebut, pembangunan pintu air Demangan baru dilakukan untuk menggantikan pintu lama yang sudah tua dan rawan longsor. Lokasi pembangunannya pun lebih dekat ke tepi Sungai Bengawan Solo.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono meninjau proyek pembangunan Pintu Air Demangan, Solo, Sabtu (12/6). Menteri didampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melihat progres pembangunan pintu air di tepian Sungai Bengawan Solo itu.
"Saya ke sini lihat progres pekerjaan pengendalian banjir. Ini sudah kita mulai Oktober tahun lalu, mudah-mudahan akhir tahun ini selesai. Ini sudah 60 persen lebih progresnya," ujar Basuki.
Basuki menyebut, pembangunan pintu air Demangan baru dilakukan untuk menggantikan pintu lama yang sudah tua dan rawan longsor. Lokasi pembangunannya pun lebih dekat ke tepi Sungai Bengawan Solo. Sehingga jika terjadi back water bisa cepat diatasi dan tidak mengakibatkan banjir di hilir Kali Pepe tersebut.
"Tahun lalu di sini kan banjir, di sepanjang darah hilir Kali Pepe ini. Waktu itu kita cek, karena pintu Demangan lama yang dibangun Belanda, kalau kita buka atau kita pompa itu bergetar, itu bisa longsor," katanya.
Apalagi dengan perubahan iklim yang terjadi saat ini debit air semakin meninggi. Satu atau dua jam hujan saja hilir sungai bisa meluap. Setelah dipelajari hidrolikanya, lanjut menteri, pintu air tersebut harus dipindahkan.
"Ini (aliran air bengawan) kan langsung ke Solo, kalau pintunya jauh, air Bengawan Solo ini back waternya, ini meluapnya ke sana (pemukiman). Itu membanjiri dari pintu lama ke arah sini (pintu baru). Ini kita pindahkan ke sini supaya bisa melayani yang dulu banjir bisa dilayani dengan pintu ini, sehingga air Bengawan Solo tidak sampai meluap ke sana. Cukup di sini saja yang tidak ada rumahnya," bebernya.
Nantinya, lanjut menteri, jika debit air bengawan tinggi, pintu air tersebut akan ditutup. Sedangkan air di pintu air akan dipompa masuk ke Bengawan Solo. Ada 6 pompa yang disiapkan agar air Kali Pepe tidak meluap dan membanjiri pemukiman warga.
"Untuk pintu lama itu masuk heritage. Nanti akan kita kembangkan menjadi salah Watu destinasi supaya orang bisa melihat Bengawan Solo," katanya.
Gibran menambahkan, Pemkot Solo tetap akan mempertahankan pintu air lama Demangan. Pihaknya juga akan melengkapi fasilitas publik di antara pintu lama ke pintu air Demangan baru.
"Demangan pintu lama tetap kita pertahankan karena itu cagar budaya. Dari Demangan lama ke Demangan baru ada joging track, sudah itu saja. Jadi kalau ada orang tanya Bengawan Solo itu dimana, ya salah satunya di sini," pungkas dia.
Baca juga:
Jokowi Sebut Tol Semarang-Demak juga Berfungsi untuk Pengendalian Banjir
Tak Ada Akses Jalan, Bocah Sekolah Ini Rela Menyeberang Sungai dengan Bergelantungan
Siap Beroperasi di 2022, Ini Progres Terbaru Pembangunan Bendungan Leuwikeris Ciamis
Jokowi Tinjau Bandara Jenderal Soedirman: Bagus, Meski Terminalnya Belum Selesai
Jokowi Tinjau Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga
Jokowi Dijadwalkan Tinjau Infrastruktur dan Vaksinasi Massal di Jateng Hari Ini