Menteri Agama Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 17 Debarkasi Makassar
Menteri Agama Moch. Irvan Yusuf menyambut hangat kepulangan Jamaah Haji Kloter 17 Debarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, mengingatkan pentingnya menjaga kemabruran haji setelah kembali ke Tanah Air.
Ratusan jamaah haji Kloter 17 Debarkasi Makassar tiba kembali di Tanah Air pada Minggu, 14 Juni, setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Menteri Agama Moch. Irvan Yusuf di Asrama Haji Sudiang Makassar. Prosesi penyambutan ini menandai berakhirnya rangkaian ibadah haji bagi para jamaah dari Kota Makassar, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Sinjai.
Menteri Agama secara simbolis menyerahkan kembali para jamaah kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah. Penyerahan ini dilakukan agar jamaah dapat segera kembali ke daerah asal masing-masing. Suasana haru dan syukur menyelimuti kedatangan para tamu Allah ini di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan selamat datang kepada seluruh jamaah yang telah menyelesaikan ibadah haji. Beliau juga berpesan agar para jamaah dapat menjaga kemabruran haji yang telah diraih. Harapan besar tersemat bagi mereka untuk menjadi teladan di tengah masyarakat.
Pesan Kemabruran Haji dari Menteri Agama
Menteri Agama Moch. Irvan Yusuf menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah dan perilaku sosial setelah menunaikan ibadah haji. Beliau berharap para jamaah dapat menjadi pribadi yang lebih baik di kampung halaman masing-masing. Hal ini sejalan dengan tujuan utama dari ibadah haji yang mabrur.
Salah satu ciri haji mabrur adalah peningkatan kualitas ibadah dan perilaku sehari-hari. "Salah satu ciri haji mabrur adalah semakin baik ibadahnya, semakin baik perilakunya, semakin baik cara bermasyarakatnya, dan semakin baik pergaulannya di lingkungan sekitar," ujarnya di Makassar, Minggu. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jamaah untuk terus mengamalkan nilai-nilai kebaikan.
Selain itu, Menteri Agama juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh petugas haji yang masih bertugas di Arab Saudi. Dedikasi dan profesionalisme mereka sangat dibutuhkan untuk mengawal proses pemulangan jemaah. Beliau meminta para petugas untuk tetap menjaga semangat hingga jemaah terakhir kembali ke Tanah Air.
Detail Kedatangan Kloter 17 Debarkasi Makassar
Kloter 17 Debarkasi Makassar tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 07.02 WITA. Mereka menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 1417. Kedatangan ini disambut oleh berbagai pemangku kepentingan operasional haji di Embarkasi Makassar.
Berdasarkan data dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar, sebanyak 391 jamaah dan petugas haji tiba bersama Kloter 17. Jumlah tersebut terdiri atas 133 laki-laki dan 258 perempuan. Mereka adalah gabungan jamaah dari tiga wilayah di Sulawesi Selatan.
Rinciannya, 164 orang berasal dari Kota Makassar, 177 orang dari Kabupaten Bone, dan 44 orang dari Kabupaten Sinjai. Kehadiran para jamaah ini disambut hangat oleh keluarga dan kerabat yang telah menanti di Asrama Haji Sudiang. Proses pemulangan ke daerah masing-masing akan segera diatur oleh PPIH Daerah.
Pengorbanan Petugas dan Kondisi Jamaah Tertinggal
Di tengah suasana syukur atas kepulangan jamaah, terdapat momen penghormatan kepada almarhumah dr. Fitri Rizkyani. Beliau adalah salah satu petugas yang wafat saat menjalankan tugas mulia melayani jamaah haji. Pengorbanan ini menjadi pengingat akan dedikasi para petugas haji.
Dari total 393 jamaah dan petugas yang diberangkatkan dalam Kloter 17, dua orang belum kembali bersama rombongan. Seorang jamaah asal Kota Makassar, Rasmi Undu Karodda (76), masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah. Kondisinya terus dipantau oleh petugas haji di Arab Saudi.
Sementara itu, seorang jamaah asal Kabupaten Bone, Andi Kanda Rappang (64), wafat di Tanah Suci pada 30 Mei 2026. Kepergian beliau menambah duka di tengah kebahagiaan kepulangan jamaah. PPIH terus berupaya memastikan penanganan terbaik bagi jamaah yang sakit dan mengurus proses pemulangan jenazah jika diperlukan.
Sumber: AntaraNews