LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mentawai Diguncang Gempa 6,3 SR, Warga Lari ke Bukit

Gempa berkekuatan 6,3 Skala Richter (SR) terjadi di sekitar Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (17/11), sekitar pukul 08.44 WIB.

2020-11-17 11:33:13
gempa bumi
Advertisement

Gempa berkekuatan 6,3 Skala Richter (SR) terjadi di sekitar Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (17/11), sekitar pukul 08.44 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novriadi mengatakan, guncangan dirasakan kuat masyarakat di Kepulauan Mentawai. Kondisi ini membuat warga panik dan keluar rumah.

"Guncangan gempa dirasakan kuat. Warga Betaet, Kepulauan Mentawai merasakan guncangan kuat dan masyarakat spontan evakuasi ke bukit," ujar Novriadi melalui pesan video Selasa pagi.

Advertisement

Masyarakat di Peipei, Tuapejat, Beriulo dan Sikakap juga merasakan guncangan kuat hingga berhamburan keluar rumah. Sedangkan di Labuan Bajau dan Saumanganya, warga merasakan gempa namun guncangannya tidak kuat.

Pascakejadian, BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai masih mengumpulkan informasi kemungkinan dampak gempa dari para camat. Pusdalops BPBD Kota Padang juga masih mengumpulkan informasi dampak gempa.

BPBD Kota Padang melaporkan, kondisi jaringan listrik normal meskipun gempa kuat terjadi. Warga Kota Padang merasakan guncangan kuat sekitar 3 sampai 4 detik.

Advertisement

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. BMKG mengidentifikasi parameter gempa berlokasi di laut pada jarak 112 km arah Barat Daya Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dengan kedalaman 13 km.

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas penyesaran di Investigator Fracture Zone (IFZ) dekat dengan batas tumbukan lempeng.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau strike slip fault," ujar Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam keterangan persnya.

BMKG mencatat guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Kota Padang, Painan, Sipora III-IV MMI, Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, Pariaman, Kepahiang II-III MMI, dan Pasaman, Kerinci, Payakumbuh, Solok Selatan I-II MMI.

Hingga pukul 08.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

Baca juga:
Gempa Sumbar Disebabkan Aktivitas Sesar, Warga Berhamburan Keluar Rumah
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Sumatera Barat
Gempa M 5 Guncang Pandeglang, BPBD Belum Temukan Kerusakan Infrastruktur
Sabtu Malam, Wilayah Pandeglang Diguncang Gempa Magnitudo 5
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Kabupaten Tanggamus
Tren Gempa Bumi Meningkat, Terjadi 11.500 Kasus di RI Sepanjang 2019

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.