Mensos sebut Tagana bakal terus ada di pengungsian korban Sinabung
Mensos sebut Tagana bakal terus ada di pengungsian korban Sinabung. Sudah selama 3 tahun pasca bencana erupsi gunung Sinabung, Taruna Siaga Bencana (Tagana) masih terus memberikan bantuan dan melayani pengungsi yang masih bertahan di tempat pengungsian yaitu Gereja GBKP Kebun Jahe, Kabupaten Karo.
Sudah selama 3 tahun pasca bencana erupsi gunung Sinabung, Taruna Siaga Bencana (Tagana) masih terus memberikan bantuan dan melayani pengungsi yang masih bertahan di tempat pengungsian yaitu Gereja GBKP Kebun Jahe, Kabupaten Karo.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskan Tagana akan terus berada di lokasi untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi Sinabung kembali ke daerah masing masing.
"Sebetulnya Kemsos dalam posisi tanggap darurat ini sudah selesai. Sekarang proses recovery. Kita datang ke tempat pengungsian ini untuk memastikan semua pengungsi terlayani. Tugas Tagana di sini melayani semua pengungsi," kata Mensos dalam keterangannya, Jumat (14/10).
Khofifah melihat kondisi para pengungsi terutama lansia dan anak-anak hanya mengonsumsi nasi dan sayur. Karena itu pihaknya menyerahkan bantuan berupa ikan makarel kaleng sebanyak 24,5 ton untuk memenuhi kebutuhan gizi para pengungsi.
Sementara Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Adhy Karyono mengatakan bahwa proses penyelesaian rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana terus dilakukan dengan berkoordinasi BNPB sebagai penanggungjawab.
"Tugas kami memberikan pelayanan dasar dan pemberian jaminan hidup dan isi hunian tetap pada saat mereka menempati rumahnya. Selama masih di tempat pengungsian mereka menjadi tanggung jawab Tagana," kata Adhy.
Sampai saat ini pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung sebanyak 2.592 KK atau 9.323 Jiwa masih bertahan di 9 titik pengungsian. Pengungsi ini merupakan sisa pengungsi yang sudah dipulangkan sebanyak dua tahap.
Pemulangan untuk tahap satu (Siosar) yang sudah dilaksanakan sebanyak 384 KK atau 1.272 jiwa. Sementara pada tahap dua sebanyak 1.655 KK atau 5.927 jiwa yang bersifat relokasi mandiri, artinya mencari lahan sendiri. Sedangkan untuk tahap tiga, direncanakan pemulangan 1.102 KK atau 3.376 jiwa.
Kemensos mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 12,8 miliar untuk mengatasi masalah tersebut. Bantuan ini dibagi ke dalam bentuk Jaminan hidup sebesar Rp 6,6 miliar. Bantuan ini diberikan sebagai tambahan lauk-pauk pada saat berakhirnya tanggap darurat dan berada di huntara (hunian sementara) maupun huntap (hunian tetap).
Selanjutnya, Rp 1,15 miliar dialokasikan untuk bantuan isi Huntap. Agar korban erupsi gunung Sinabung bisa memenuhi kebutuhan peralatan rumah tangga. Untuk bantuan Buffer Stock berupa bantuan makanan, keperluan keluarga, tenda disalurkan sebanyak Rp 5,7 miliar. Kemudian Rp 5,06 miliar disediakan untuk bantuan beras. Selain itu, juga ada anggaran senilai Rp 250 juta untuk santunan bagi ahli waris korban yang meninggal dunia.(mdk/dan)