Mensos sebut bantuan nontunai lewat tabungan agar warga menabung
Mensos sebut bantuan nontunai lewat tabungan agar warga menabung. "Jadi kalau kemarin-kemarin mungkin mereka terima uang bisa saja langsung habis mereka belanjakan di pasar. Sekarang sudah mulai diajak mereka belajar menabung," ujar Khofifah.
Pemerintah lewat Kementerian Sosial mulai menyalurkan bantuan nontunai pada masyarakat peserta program keluarga harapan (PKH). Khusus penyaluran awal ini, setidaknya 1.000 peserta PKH yang mendapatkan bantuan nontunai.
Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan penyaluran bantuan sosial (bansos) nontunai diserahkan melalui pembagian ATM dan buku tabungan.
"Mereka akan terima dalam bentuk kartu ATM dan buku tabungan," ujar Khofifah tanpa menyebut nilainya. Hal itu dia sampaikan saat di Gedung Aneka Bakti, Salemba, Jakarta Pusat (17/11).
Khofifah menjelaskan, kenapa bantuan nontunai diberikan dalam bentuk ATM dan buku tabungan supaya masyarakat dapat menabung.
"Jadi kalau kemarin-kemarin mungkin mereka terima uang bisa saja langsung habis mereka belanjakan di pasar. Sekarang sudah mulai diajak mereka belajar menabung," ujar Khofifah.
Selain bisa menabung, Khofifah mengatakan, penyaluran secara nontunai dapat memperkecil kemungkinan adanya pemotongan bantuan sosial yang diterima masyarakat. Saat ini, bantuan sosial nontunai sudah diserahkan di 38 kabupaten/kota dari target 68 kabupaten/kota.
"Akhir tahun ini diharapkan akan mencapai 68 kabupaten/kota. Dari 68 itu bisa mencapai target 1 juta penerima PKH yang akan terima dalam bentuk nontunai," ujar Khofifah.
Baca juga:
Mensos: Indonesia harus jadi bangsa pemenang
November, Mensos targetkan E-Warung sudah masuk Depok
Mensos beri bantuan Rp 10 juta kepada warga eks WN Tim-Tim
Miras, ngelem dan video porno picu kejahatan seksual
Mensos sebut anggota PKH di Muba bertambah 4.480 jiwa