Mensos Risma: Saya Paling Keras Menangani Pandemi Covid-19
Risma menjelaskan mengapa dirinya melarang para remaja untuk berkumpul. Alasannya lantaran akan jadi pembawa virus. Sehingga akan menularkan kepada orang sekitar.
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengklaim merasa paling keras dalam menangani pandemi Covid-19 saat menjadi Wali Kota Surabaya. Salah satunya saat menindak para remaja yang berkumpul pada malam hari.
"Saya paling keras menangani pandemi ini, mungkin tidak ada yang sekeras saya jam 12 malam menangkapi anak-anak yang ada dibeberapa tempat yang mereka tidak menjaga protokol kesehatan," katanya dalam Youtube BNPB, Selasa (9/3).
Dia menjelaskan mengapa dirinya melarang para remaja untuk berkumpul. Alasannya lantaran akan jadi pembawa virus. Sehingga akan menularkan kepada orang sekitar.
"Jadi artinya apa saya bisa membuktikan surabaya bisa turun drastis dari kemarin hitam, merah, merah tua, berangsur-angsur jadi kuning," ungkapnya.
Lalu saat menjadi menteri, Risma bersyukur bisa mengajak para UMKM, pedagang pasar untuk bertransaksi secara daring.
"Sekali lagi mari kita bersama-sama pemerintah mulai diberikan bansos dll, kemudian kartu Indonesia sehat kemudian tidak menjaga ada tidak mau untuk vaksin maka semua uang kita gelontorkan jadi sia-sia," tutupnya.
Baca juga:
Kontak Erat dengan Pasien Covid-19 Varian B117, 30 Warga Palembang Diperiksa
Dinkes Sumut Sebut Kasus Covid-19 Pertama lebih Ganas dari Corona B117
Jokowi: Pengiriman 1,1 Juta Vaksin AstraZeneca Baru Awal
Layanan Tes Virus Corona dengan GeNose C19, Biayanya Rp40 Ribu
Basyar al-Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Kurangnya Kontainer jadi Salah Satu Masalah Utama Logistik RI