LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mensos janji kembalikan lahan Suku Anak Dalam

Khofifah mengaku sudah berbicara dengan Menteri Siti Nurbaya terkait penyelamatan Suku Anak Dalam.

2015-03-18 14:47:51
Suku Anak Dalam
Advertisement

Salah satu suku di Indonesia, Suku Anak Dalam, saat ini ternyata dalam ancaman. Kelompok bermukim di Taman Nasional Bukit Duabelas Jambi itu semakin terdesak lantaran kehilangan lahan mereka dan mengalami kelaparan.

Alhasil, karena kelaparan sebelas orang Suku Anak Dalam atau kerap disebut orang rimba wafat. Sebabnya adalah mereka kesulitan melaksanakan tradisi Melangun (berpindah tempat mencari bahan pangan atau berkabung karena ada anggota suku wafat) lantaran banyak tanah sudah dikuasai oleh perusahaan perkebunan. Tercatat sebagian lahan itu ditetapkan menjadi Hutan Tanaman Industri bagi PT Wana Printis, PT Agro Nusa Alam Sejahtera, PT Jebus Maju, PT Tebo Multi Agro, PT Lestari Asri Jaya, PT Malaka Agro Perkara, dan PT Alam Lestari Makmur. Mereka pun tidak bisa sembarangan memasuki tanah itu karena bisa dianggap ilegal. Apalagi tempat mereka tinggal juga ditetapkan sebagai taman nasional, membuat gerak-gerik mereka makin sulit.

Mengatasi masalah itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berjanji lahan milik Suku Anak Dalam berada di kawasan Hutan Tanaman Industri segera dikembalikan kepada mereka.

"Dari 6.900 hektare HTI milik PT Wana Printis, ada 2.000 hektare yang sudah dilakukan pembukaan lahan. Di lahan itu ada sebagian milik orang rimba maka itu akan dikembalikan kepada mereka," kata Menteri Sosial (Mensos) di Jakarta, Rabu (18/3).

Menurut Khofifah, lahan milik orang rimba seluas 114 hektare di dalam HTI itu merupakan tempat pemakaman leluhur orang rimba. Dia mengatakan, Kementerian Sosial sudah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait penyelamatan Suku Anak Dalam.

"Sudah ditindaklanjuti, tinggal menunggu proses penyerahan atau apapun bentuknya. Teknisnya bagaimana itu sudah dibahas KLHK dengan pemiliknya," ujar Khofifah.

Khofifah mengakui hilangnya lahan berkaitan dengan tewasnya sebelas warga Suku Anak Dalam dari kelompok Temenggung Maritua. Menurut dia penyebab kelaparan Suku Anak Dalam karena lahan mereka masuk dalam HTI dan tradisi melangun.

Baca juga:
Pemerintah dianggap bertanggung jawab atas nasib Suku Anak Dalam
Suku Anak Dalam tewas kelaparan, pemerintah cuma kasih sembako
Tragis, belasan Suku Anak Dalam meninggal karena kelaparan di hutan
Datangi kantor bupati, Suku Anak Dalam minta dibuatkan jalan
Suku Anak Dalam tuntut dana Rp 1,6 M dari PT Asiatic Persada

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.