Mensos: Ibu harus siap hadapi tantangan kompleks dalam mendidik anak
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan para ibu zaman sekarang harus menyiapkan diri menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mendidik dan mengasuh anak. Menurutnya, anak generasi Alfa atau yang lahir setelah tahun 2010, merupakan generasi melek teknologi.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan para ibu zaman sekarang harus menyiapkan diri menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mendidik dan mengasuh anak. Menurutnya, anak generasi Alfa atau yang lahir setelah tahun 2010, merupakan generasi melek teknologi.
"Ibu-ibu zaman sekarang harus belajar dan menyiapkan diri bagaimana mengasuh anak-anak yang merupakan generasi melek teknologi yang serba digital," kata Mensos dilansir Antara, Jumat (22/12).
Dia mengatakan sebagai generasi muda yang akrab dengan teknologi, akan tumbuh individualistis, lebih mapan karena mewarisi kemewahan material dari kedua orangtua, lebih banyak berinteraksi lewat perangkat teknologi yang apabila dibiarkan berlarut-larut dapat mengarah pada sifat antisosial.
Untuk itu, lanjutnya, sikap yang dapat diambil adalah mendidik dan mendorong mereka untuk memanfaatkan teknologi dengan benar. Pada saat yang sama orangtua mengajarkan anak-anak nilai-nilai agama, moral dan etika agar kelak bijak dalam menggunakan teknologi.
"Ajak mereka bersosialisasi, bangun komunikasi dua arah dengan tatap muka sehingga mereka tidak terpaku pada layar gawai. Sempatkan untuk turun bersama anak dalam kegiatan sosial untuk mengasah kepekaan," kata Khofifah.
Selain itu, kata Khofifah, pada saat yang sama mereka juga dihadapkan pada pengaruh narkoba dan pornografi.
"Kedua hal tersebut selanjutnya memicu terjadinya berbagai persoalan sosial lainnya. Salah satunya kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh anak," katanya.
Khofifah mengutip hasil penelitian yang dilakukan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta (B2P3KS). Menurutnya, faktor determinan yang mempengaruhi anak melakukan kekerasan seksual adalah pornografi (43 persen), pengaruh teman (33 persen), pengaruh narkoba/obat (11 persen), pengaruh historis pernah menjadi korban atau trauma masa kecil (10 persen) dan pengaruh keluarga (10 persen).
"Ancaman narkoba juga semakin nyata terhadap anak-anak kita. Narkoba dikemas dalam bentuk permen untuk memikat anak mengonsumsi. Awalnya diberikan gratis, lama-lama saat mereka tumbuh dewasa akan menjadi pecandu," katanya.
(mdk/dan)