LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menristek berjanji ke ibu korban usut kasus Diksar Mapala UII

Syait Asyam merupakan peraih dua medali emas bidang Kimia dalam ajang International Science Project Olympiad (ISPrO) dan Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) pada 2014 di Jakarta. Dia juga raih emas bidang kimia di ajang International Environment Sustainability Project Olympiad (INESPO) di Belanda 2014.

2017-01-26 23:21:30
Mahasiswa UII meninggal
Advertisement

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir menyempatkan diri mengunjungi rumah Syait Asyam, korban meninggal dunia saat mengikuti diksar mapala UII, di Jetis RT 03/ RW 03, Caturharjo, Sleman, DIY, Kamis (26/1). M Nasir ditemui langsung oleh ibunda Asyam, Sri Handayani.

Saat menemui M Nasir, Sri sempat menceritakan prestasi yang pernah diraih oleh anaknya. Berbagai piagam dan medali penghargaan yang didapatkan oleh Asyam juga diperlihatkan kepada Menristekdikti.

Dua medali emas bidang Kimia dalam ajang International Science Project Olympiad (ISPrO) dan Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) pada 2014 di Jakarta pernah dimenangkan oleh Asyam. Bahkan tak tanggung-tanggung, Asyam juga meraih emas bidang kimia di ajang International Environment Sustainability Project Olympiad (INESPO) di Belanda 2014 silam.

"Anak saya pernah diundang ke Istana Negara pada tanggal 17 Agustus lalu. Karena prestasinya diundang ke Istana bertemu bapak Jokowi, Menteri Pendidikannya waktu itu masih pak Anies," cerita Sri.

Dalam kunjungannya ke rumah Asyam, M Nasir mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga Asyam. Dia juga berjanji akan menuntaskan kasus kematian tiga mahasiswa yang mengikuti diksar mapala UII.

"Negara dalam hal ini akan kami akan memproses kekerasan yang ada di kampus. Tidak boleh lagi ada kekerasan. Saya sudah sampaikan itu. Bahkan sampai ke manajemennya nanti akan kami ambil tindakan. Tadi dari Rektor sudah mengundurkan diri. Tetapi tanggung jawab harus tetep jalan. Proses hukum harus tetap jalan. Harus diselesaikan sampai akar-akarnya jangan sampai hanya sampai disini," tutur M Nasir.

Setelah sekitar 15 menit berada di rumah duka, Menristekdikti dan rombongan pamit. Namun sebelumnya Menristekdikti dan rombongan sempat berdoa bersama untuk almarhum Asyam.

Baca juga:
Kunjungi korban, Menristek tegaskan ada kekerasan dalam diksar UII
Menristekdikti minta korban Diksar UII dijamin keamanannya
Kondisi peserta diksar mapala UII menurun & alami batuk darah
Peserta Diksar UII sebut 2 korban tewas dipukuli karena ingin mundur
Fakta mengejutkan kasus tewasnya peserta Diksar Mapala UII

Advertisement
(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.