LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menpar Sandiaga Ancam Tutup Lokasi Wisata Melanggar Aturan Prokes Covid-19

Sandiaga mengajak seluruh elemen bangsa untuk disiplin protokol kesehatan Covid-19, khususnya saat liburan Idul Fitri yang berpotensi menimbulkan kerumunan baik lingkungan keluarga hingga tempat wisata.

2021-05-06 07:09:25
Larangan Mudik
Advertisement

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, mengingatkan masyarakat waspada potensi naiknya jumlah penyintas virus Corona atau Covid-19, khususnya usai Lebaran. Seperti diketahui, salah satu langkah yang diambil pemerintah untuk menekan angka kenaikan Covid-19 dengan melarang perjalanan mudik.

"Pak Presiden mengingatkan kita setiap ada liburan dan pergerakan besar di tengah-tengah masyarakat ini memicu peningkatan penularan Covid-19. Libur Idul Fitri tahun lalu naik 93 persen, libur Nataru naik 119 persen, libur Maulid Nabi naik 95 persen," tutur Sandiaga dalam keterangannya, Kamis (5/4).

Sandiaga mengajak seluruh elemen bangsa untuk disiplin protokol kesehatan Covid-19, khususnya saat liburan Idul Fitri yang berpotensi menimbulkan kerumunan baik lingkungan keluarga hingga tempat wisata.

Advertisement

Sejauh ini, Kemenparekraf gencar mensosialisasikan program Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE) di setiap lokasi pariwisata. Tentunya, sanksi menanti bagi setiap tempat yang kedapatan menyalahi aturan prokes Covid-19.

"Yang melanggar ditutup," kata Sandiaga dalam diskusi virtual yang diselenggarakan KPCPEN itu.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Reisa Broto Asmoro, turut meminta seluruh masyarakat dapat turut andil memutus penyebaran Covid-19 lewat penerapan protokol kesehatan. Terlebih, keberhasilan sebuah negara dalam berperang melawan pandemi akan berimbas pada pemulihan ekonomi.

Advertisement

"Seperti di Bali ini semua masyarakat antusias melaksanakan prokes, antusias melaksanakan vaksinasi. Mereka sadar kalau tidak menjalankan protokol seperti ini mereka tidak mendapatkan nafkah," ujar Reisa.

Baca juga:
Diingatkan Pakai Masker, Seorang Emak-emak di Garut Malah Memaki Dandim
Mal dan Supermarket di Tasik Diwajibkan Bentuk Satgas Antisipasi Kerumunan
Pria Pengolok Pengunjung Mal Bermasker di Surabaya akan Dijadikan Duta Prokes
Pemkot Mataram Ancam Tutup Lokasi Perbelanjaan Abai Protokol Kesehatan
Fenomena Kerumunan Pasar Tanah Abang, Alasan Masyarakat Lebih Senang Belanja Offline

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.