LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

MenPAN-RB sebut tingkat korupsi di lingkaran birokrasi cukup tinggi

MenPAN-RB Asman Abnur menilai birokrasi Indonesia saat ini tengah dalam keadaan 'sakit', dan harus segera diobati. Hal ini untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, efektif hingga efisien, serta mampu memberikan pelayanan publik berkualitas.

2018-03-29 21:53:14
KemenPAN
Advertisement

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur menilai birokrasi Indonesia saat ini tengah dalam keadaan 'sakit', dan harus segera diobati. Hal ini untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, efektif hingga efisien, serta mampu memberikan pelayanan publik berkualitas.

"Penyakit yang saya maksud dimaksud masih banyaknya pemerintah daerah (Pemda) yang memiliki persentase belanja operasional untuk kebutuhan internal lebih besar dari belanja publik," kata Asman dalam Rakor Reformasi Birokrasi Pemeeintah Daerah (Pemda) di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (29/3.

Asman menambahkan, kondisi ini jelas membatasi Pemda dalam memberikan pelayanan baik terhadap publik. Menurutnya, Pemda hanya sibuk mengurusi urusan internal, sehingga pelayanan publik terabaikan.

Advertisement

"Begitupun pada tingkat korupsi di lingkaran birokrasi cukup tinggi. Buktinya, belakangan banyak kepala daerah yang ditangkap KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) mulai dari dugaan penyuapan, menjual jabatan, penerimaan fee proyek tertentu, pengesahan RAPBD, gratifikasi untuk memperoleh perizinan dan sebagainya," bebernya.

Selain itu, banyak perencanaan pembangunan dilakukan dengan cara serampangan. Banyak juga anggaran pembangunan yang dihabiskan tetapi tidak tepat sasaran dan boros. Selanjutnya kualitas SDM pegawai belum optimal dalam mendukung kinerja pemerintah. Secara kuantitas, jumlah ASN mencapai 4,5 juta orang.

"Kalau dihitung dari jumlah, seyogiyanya sudah cukup baik untuk melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan. Tapi dari sisi kualitas, tidak mudah diandalkan menjadi birokrat berkualitas," pungkasnya.

Advertisement
(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.