LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menlu Retno Sampaikan Perspektif Geopolitik Indonesia di Forum WEF

Retno pun menyampaikan kepada para CEO di forum WEF bahwa Indonesia akan menjadi ketua di sejumlah KTT.

2020-11-26 06:43:01
Menlu Retno Marsudi
Advertisement

Menteri Luar (Menlu) Negeri, Retno Marsudi menghadiri acara World Economic Forum (WEF) Special Virtual on Indonesia, Rabu (25/11). Menlu menyampaikan tentang perspektif geopolitik Indonesia.

"Di akhir sesi ke dua saya diminta untuk menyampaikan perspektif geopolitik Indonesia, dan di dalam pertemuan tadi saya sampaikan bahwa November ini merupakan bulan summit," katanya dalam jumpa pers virtual di akun sekretariat presiden, Rabu (25/11).

Summit tersebut diantaranya adalah Summit APEC, KTT APEC, KTT ASEAN dan KTT G20. Retno pun menyampaikan kepada para CEO di forum WEF bahwa Indonesia akan menjadi ketua di sejumlah KTT.

Advertisement

"Memegang presidensi G20 pada tahun 2022, dan juga di tahun berikutnya memegang keketuaan di ASEAN. Saya sampaikan selam summit berlangsung dua isu yang menonjol yaitu masalah vaksin dan juga recovery ekonomic," ungkapnya.

Selanjutnya, Retno bicara mengenai Asia Tenggara. Dia bilang, pemerintah melihat bahwa ASEAN memegang peranan sentral. Selama lebih dari 50 tahun, kata dia, Asia Tenggara telah menjadi kawasan yang stabil dan damai.

"Tidak terdapat konflik terbuka selama lebih dari 50 tahun ini. Tentunya situasi ini menguntungkan, bagi para privat sector untuk mengembangkan usahanya dikawasan ini, dimana indonesia adalah negara dan ekonomi yang terbesar di Asia Tenggara," tuturnya.

Advertisement

Retno menegaskan, bahwa stabilitas dan perdamaian di Asia Tenggara ini telah menjadi kesempatan Indonesia untuk menarik bisnis. Namun, perdamaian dan stabilitas ini tidak datang begitu saja secara otomatis.

"Harus dipelihara bersama dan diupayakan untuk tetap ada. Ini merupakan kerja yang cukup besar," ujar dia.

Selanjutnya, Retno membeberkan hal yang membuat Asia Tenggara tetap stabil dan damai. Yaitu memelihara Centrality dan Unity ASEAN. Menurutnya, hal Ini sangat penting lantaran ASEAN memegang peran sentral di dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara.

"Kedua yang saya sampaikan pentingnya memelihara paradigma win-win, ini penting sekali, karena sekali lagi, tanpa mengarus utamakan paradigma ini maka kerja sama yang terbentuk bukanlah kerjasama yang sifatnya berkelanjutan," paparnya.

Terakhir, Retno mengutarakan, dalam 5 tahun terakhir ini private sector merupakan beneficiaries dari situasi damai dan stabil di kawasan. Dia mengharapkan, para private sector ini dapat menjadi push vector kepada pemerintahnya masing masing untuk terus menyebarkan energi positif untuk kolaborasi dan kerjasama win-win.

Kemudian, meningkatkan stabilitas kawasan. Tentunya, kata Retno, hal ini akan sangat penting bagi terciptanya situasi atau lingkungan bisnis yang kondusif.

Sehingga, kemitraan antara pemerintah dengan bisnis menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas dan perdamaian. Sebab, stabilitas dan perdamaian akan sangat bermanfaat bagi berkembangnya bisnis di kawasan.

"Dan saya tutup Indonesia akan terus berusaha memainkan perannya berkontribusi di dalam memajukan perdamaian dan stabilitas di kawasan," pungkasnya.

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.