LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menlu Retno Panggil Dubes Iran dan AS Sore Ini

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi bertemu dengan Dubes Iran dan Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Senin (6/1), pukul 15.00 WIB. Dalam pertemuan yang akan digelar terpisah itu, Retno akan menyampaikan sikap Indonesia terkait hubungan kedua negara yang tengah memanas.

2020-01-06 16:28:33
Konflik Iran-AS
Advertisement

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi bertemu dengan Dubes Iran dan Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Senin (6/1), pukul 15.00 WIB. Dalam pertemuan yang akan digelar terpisah itu, Retno akan menyampaikan sikap Indonesia terkait hubungan kedua negara yang tengah memanas.

"Saya akan melakukan pertemuan dengan Dubes Iran dan secara terpisah dengan Dubes Amerika untuk menyampaikan pesan harapan Indonesia agar masing-masing pihak menahan diri sehingga tidak terjadi eskalasi di Timur Tengah," jelas Retno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/1).

Hubungan kedua negara memanas lantaran Jenderal Militer Iran Qasem Soleimani tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Amerika Serikat. Kelompok pemberontak Houthi Yaman menyerukan penyerangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan itu sebagai aksi balasan.

Advertisement

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan biro politik kelompok Houthi, para pemberontak itu menganggap pembunuhan Soleimani sebagai "kejahatan perang", seraya mengatakan bahwa "menyerang pangkalan militer Amerika di kawasan itu merupakan satu-satunya solusi yang tersedia."

"Orang-orang di kawasan itu harus menyadari bahwa keamanan dan stabilitas mereka tunduk pada upaya pembebasan hingga pengusiran penjajah Amerika," bunyi pernyataan tersebut.

Advertisement

Mohammed Ali al-Houthi, pemimpin kelompok Houthi, juga sangat mengutuk "pembunuhan Soleimani" dan menyerukan "tanggapan yang cepat dan langsung", seperti dilansir Xinhua, Minggu (5/1).

Bukannya menunjukkan tanda-tanda mengurangi ketegangan yang timbul, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran.

Dalam akun twitter-nya, dikutip Minggu (5/1), Trump menyatakan pihaknya telah menargetkan 52 lokasi jika Iran menyerang setiap orang dan aset Amerika.

Donald Trump mencuit bahwa Iran "berbicara dengan sangat berani tentang penargetan aset tertentu AS" sebagai tanggapan atas kematian Soleimani. Trump mengatakan Amerika Serikat telah "menargetkan 52 tempat di Iran" dan beberapa di antaranya "pada tingkat yang sangat tinggi & penting bagi Iran & budaya Iran, dan target-target itu, dan Iran sendiri, AKAN DISERANG DENGAN SANGAT CEPAT DAN SANGAT KERAS."

"AS tidak menginginkan ancaman lagi!" Donald Trump mengatakan, sambil menambahkan bahwa jumlah 52 target mewakili 52 orang Amerika yang disandera di Iran setelah ditangkap di kedutaan AS di Teheran pada 1979.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.