Menko Polhukam: Perang masa depan bukan militer lagi, tapi perang sipil
Menko Polhukam: Perang masa depan bukan militer lagi, tapi perang sipil. Menko Polhukam Wiranto mengungkapkan, Indonesia di masa depan bukan menghadapi perang militer, melainkan perang media dan perang civil. Pihaknya pun akan mempersiapkan dengan baik cyber security di level nasional.
Menko Polhukam Wiranto mengungkapkan, Indonesia di masa depan bukan menghadapi perang militer, melainkan perang media dan perang civil. Pihaknya pun akan mempersiapkan dengan baik cyber security di level nasional.
"Karena ke depan nanti kita menghadapi perang sipil, perang media, dan bukan perang militer lagi, maka dari itu kita mempersiapkan dengan baik," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jl. Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu kemarin (14/7).
Menurut penjelasan dari berbagai sumber, ia mengatakan, cyber attack Indonesia levelnya cukup tinggi. Perbulan bisa mencapai jutaan serangan dan jika tidak di netralisir akan berbahaya. Pihaknya beruntung, sebab badan siber yang ada di kementerian pertahanan, BIN, kepolisian, dan berbagai perusahaan swasta sudah aktif mempertahankan keamanan siber.
"Maka dari itu, badan siber nasional harus kita wujudkan karena memang dibutuhkan untuk menjadi Umbrella, menjadi payung ya bagi kegiatan siber yang sudah berjalan di Indonesia," lanjutnya.
Dia menambahkan, Indonesia rajin mengikuti multilatateral maintain cyber security, seperti minggu depan pihaknya akan ke Singapora mengikuti pertemuan internasional tentang kerja sama cyber security. Sebab Indonesia adalah negara besar atau negara yang memiliki posisi yang tinggi untuk kegiatan internet dunia siber.
"Itu pun saya ditempatkan di tempat yang cukup penting, diminta untuk memberikan speech (di Singapora), memberi masukan-masukan untuk melengkapi kerja sama itu," paparnya.
Soal rampungnya Badan Siber Nasional, pihaknya akan menyusun lebih detail Pengorganisasian nya dulu, kemudian menunjuk pejabat pejabatnya barulah bisa bekerja membentuk Badan Siber.(mdk/rnd)