LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menko Kesra: 99 Persen kebakaran hutan ulah manusia!

"Tidak hanya pidananya, tapi perdatanya kita arahkan, misalnya saja yang berkaitan dengan ganti rugi dan sebagainya."

2014-02-27 15:50:18
Kebakaran Hutan
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, 99 persen kasus kebakaran hutan terjadi karena ulah manusia. Dari jumlah itu terbagi menjadi dua, yakni perseorangan dan korporasi perkebunan.

"Apalagi 99 persen kebakaran hutan itu ulah manusia, dilakukan oleh perorangan atau korporasi, yang paling berbahaya oleh perusahaan kebun. Tapi 99 persen ulah manusia, bukan alam. Alam hanya memfasilitasi atau memberi ruang saja," ungkap Agung di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (27/2).

Hingga saat ini, aparat kepolisian sudah melakukan 41 penindakan sejak 2013 dan 2014 ini. Pelaku pembakaran terdapat sejumlah korporasi, atau perusahaan-perusahaan perkebunan sawit.

"Dari 41 penindakan itu, sudah ada yang kena hukuman dari mulai 8 bulan sampai 8 tahun," katanya.

Untuk mencegah kebakaran hutan kembali terulang, proses penegakan hukum tidak lagi ditekankan pada perkara pidana saja, namun juga akan merambah menjadi perkara perdata. Dengan demikian, Agung yakin akan ada efek jera bagi perusahaan-perusahaan besar yang sengaja membakar untuk membuka lahan.

"Tidak hanya pidananya, tapi perdatanya kita arahkan, misalnya saja yang berkaitan dengan ganti rugi dan sebagainya. Ini bagian dari upaya hukum, supaya ada efek jera. Terutama, bukan rakyat kecil ya, terutama perusahaan-perusahaan perkebunan yang besar, yang sengaja membakar lahan untuk mendapatkan biaya lebih murah, juga hutan dan sebagainya. Itu yg kita lakukan," tegasnya.

Agung mengungkapkan, perusahaan yang terlibat dalam pembakaran hutan tak hanya berasal dari dalam negeri, tapi juga korporasi asal Malaysia dan Singapura. Meski ada tindakan tegas, namun dia berharap penegakan hukum tak sampai menimbulkan masalah lain bagi pekerjanya.

"Kami juga berpandangan bahwa jangan sampai menimbulkan masalah PHK nanti. Yang paling bertanggung jawab itu yang dihukum. Yang bertanggung jawab, jangan mencari untung sendiri," tandasnya.

Saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah bekerja keras untuk memadamkan api. Antara lain dengan melakukan operasi darat dan udara, salah satunya melakukan modifikasi cuaca di lokasi titik api.

Hingga Maret nanti, penanganan kebakaran hutan di Riau diperkirakan masih lebih mudah karena Indonesia masih memasuki musim hujan. Setelah itu, petugas akan kesulitan karena sudah memasuki musim kemarau yang akan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

"Kita sementara ini menggunakan TNI angkatan udara, pesawat-pesawatnya. Tapi untuk pesawat-pesawat yang tidak ada di sini, terpaksa kita sewa untuk persiapan bulan April. Jadi sekarang kita sedang melakukan konsolidasi untuk persiapan bulan yang hebat kemaraunya, April-Mei dan seterusnya," pungkasnya.

Baca juga:
Ini siasat pemerintah antisipasi kebakaran hutan saat kemarau
Kebakaran hutan Riau capai permukiman, 100 keluarga diungsikan
Damkar sulit jinakkan api di Riau, hujan buatan jadi solusi
Harimau masuk permukiman karena kebakaran hutan, warga resah
8.472 Titik api muncul di Pulau Sumatera pada Februari

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.