Menkes Sebut Obat Molnupiravir akan Diuji Klinis untuk Pasien Covid-19
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sejumlah obat baru tersebut di antaranya bersifat monoklonal antibodi hingga molnupiravir produksi perusahaan asal Amerika Serikat, Merck.
Kementerian Kesehatan tengah melakukan review dan uji klinis obat-obatan baru untuk pasien Covid-19. Upaya ini melibatkan sejumlah rumah sakit vertikal dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sejumlah obat baru tersebut di antaranya bersifat monoklonal antibodi hingga molnupiravir produksi perusahaan asal Amerika Serikat, Merck.
"Obat-obatan tersebut sudah kita approach pabrikannya dan kita juga sudah merencanakan untuk beberapa sudah mulai uji klinis," ungkapnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (4/10).
Mantan Wakil Menteri BUMN ini berharap review dan uji klinis obat-obatan baru untuk pasien Covid-19 selesai akhir tahun 2021. Dengan adanya obat tersebut, penanganan pasien Covid-19 bisa dilakukan secara maksimal.
"Diharapkan di akhir tahun ini sudah bisa mengetahui obat-obat mana yang kira-kira cocok untuk kondisi masyarakat kita," ujarnya.
Perusahaan obat besar, Merck mengatakan bahwa obat molnupiravir menunjukkan hasil yang baik dalam melawan Covid-19. Klaim Merck berdasarkan data uji klinis tahap III yang melibatkan 775 pasien dengan gejala Covid-19 ringan dan sedang selama lima hari atau kurang.
Hasil uji klinis menunjukkan, 7,3 persen dari kelompok tersebut dirawat di rumah sakit. Sementara itu, tidak ada satu pun pasien meninggal setelah 29 hari pemberian obat.
Baca juga:
Pil Antivirus Produksi Merck Kurangi Risiko Rawat Inap dan Kematian karena Covid-19
Miris Dokter Cantik Ini Pasrah Dihajar Massa, Langsung Terkenang Bayinya di Rumah
Faktor Utama Penurunan Kasus Covid-19 di RI Masih Bertumpu pada Pembatasan Mobilitas
Positif Covid-19, Makanan Ini Perlu Dihindari Pasien saat Isolasi
6 Cara Menyimpan Dan Membuang Obat Yang Benar, Wajib Diketahui