Menkes minta pemda aktif beri perhatikan kasus campak Asmat
Untuk penanganan jangka panjang, Menkes Nila meminta pemerintah daerah setempat memberikan perhatian pada warganya. Pemda diminta melihat kondisi warganya secara nyata.
Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek menegaskan, pemerintah pusat sudah merespon kasus kejadian luar biasa campak di Kabupaten Asmat, Papua yang menyebabkan 59 anak-anak meninggal dunia. Pihaknya bekerjasama dengan TNI dan kepolisian untuk mengakses ke lokasi yang dituju.
"Sudah gerak dari kemarin. Dari sebelumnya sudah gerak tapi mungkin kekuatan kami sebagai sipil agak kurang sehingga saya kerja sama dengan Panglima TNI, Kapolri dan Kapolda Papua," kata Nila usai meresmikan RSIA Bunda Aliyah di Depok, Selasa (16/1).
Nila mengatakan, pesawat hercules sudah diterbangkan dengan membawa makanan ke lokasi. Selain itu juga membawa obat serta tenaga kesehatan.
"Lokasinya jauh. Setelah sampai Timika harus naik kapal sampai ke Agat dan sebagainya ada beberapa kabupaten. Memang betul di sana harus betul-betul didatangi dan itu tidak mudah," ucapnya.
Untuk penanganan jangka panjang, Menkes Nila meminta pemerintah daerah setempat memberikan perhatian pada warganya. Pemda diminta melihat kondisi warganya secara nyata.
"Jadi pemda harus gerak. Perhatikan harus lihat semua," paparnya.
Pemerintah pusat, kata dia, sudah melakukan intervensi dengan memberikan makanan tambahan. Partisipasi masyarakat juga diperlukan agar mereka tahu bagaimana cara memberikan makanan yang seimbang untuk anak-anak.
"Masyarakat harus tahu cara memberikan makan pada anak. Budaya pola asuh karena itu perempuan harus pintar. Karena kurang gizi maka campak akan terjadi. Infeksi dan kurang gizi dekat sekali," tutupnya.
Baca juga:
JK heran APBD Papua tinggi tetapi tak digunakan untuk atasi kemiskinan
Wabah campak melanda Kabupaten Asmat, 59 balita meninggal dunia
Kemenkes dinilai lalai tangani wabah campak di Asmat
Penanganan wabah campak di Asmat terkendala akses
59 Balita di Asmat meninggal akibat campak