Menkes: Korban gempa NTB butuh air bersih dan alat medis patah tulang
Korban gempa bumi bermagnitudo 7 skala Richter mengguncang NTB mulai kesulitan mendapatkan kebutuhan air bersih, serta bantuan peralatan medis bagi warga yang mengalami patah tulang.
Korban gempa bumi bermagnitudo 7 skala Richter mengguncang NTB mulai kesulitan mendapatkan kebutuhan air bersih, serta bantuan peralatan medis bagi warga yang mengalami patah tulang.
"Kondisi darurat butuh air bersih untuk perlengkapan mandi cuci, kakus. Selama ini mereka belum bisa kembali rumah karena kondisi masih belum memungkinkan," kata Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek diwawancarai wartawan saat meninjau gedung onkologi di gedung pusat kanker RSUP dr Kariadi, Semarang, Sabtu (11/8).
Untuk korban patah tulang sendiri yang parah, petugas kesehatan juga sudah berupaya melakukan operasi untuk menutup lukanya agar tidak infeksi. Maka dari itu dibutuhkan ketersediaan bantuan dari masyarakat serta relawan.
"Masih banyak bantuan untuk korban patah tulang seperti tongkat, kursi roda, dan kruk, karena korban patah tulangnya mencapai ratusan lebih," katanya.
Ia mengapresiasi kesigapan tenaga medis yang datang dari wilayah. Mereka datang sebagai relawan dan sejumlah tenaga medis diapresiasi karena berkat kesigapan yang datang dari Surabaya serta wilayah yang dekat dari NTB.
"Mari kita bergerak bersama-sama. Tidak hanya dokter orthopedinya saja tetapi juga spesialis anestesi dan dokter lainnya, serta relawan yang datang dari luar daerah juga," terangnya.
Baca juga:
Isu pilpres 2019 bikin perbincangan Asian Games 2018 dan Gempa NTB tenggelam
Polisi di Pulau Gili Air Lombok lakukan patroli dengan sepeda
400 Unit hunian sementara disiapkan untuk korban gempa Lombok Utara
Lintasarta bangun sarana internet di posko bencana Lombok Utara
Menteri PUPR sebut 22 ribu rumah warga NTB rusak akibat gempa