Menkes Budi Ungkap Sepekan Terakhir Angka Vaksinasi Terjadi Perlambatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dalam sepekan terakhir terjadi penurunan jumlah vaksinasi Covid-19. Alasannya karena jumlah stok vaksin yang dimiliki saat ini terbatas akibat embargo vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dalam sepekan terakhir terjadi penurunan jumlah vaksinasi Covid-19. Alasannya karena jumlah stok vaksin yang dimiliki saat ini terbatas akibat embargo vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Pada Maret-April yang seharusnya Indonesia memiliki stok 30 juta, berkurang sebanyak 10 juta dosis. Sehingga perlu penyesuaian agar tidak ada kekosongan vaksinasi setiap harinya.
"Saya sampaikan kenapa itu agak menurun di minggu terakhir karena memang sengaja kita turunkan karena di bulan April ada embargo dari India terkait AstraZeneca sehingga 10 juta dari 30 juta vaksin yang rencana kita terima di Maret dan April berkurang," ujar Menkes Budi saat rapat dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (8/4).
"Jadi cuma 20 juta, sehingga kecepatan vaksinasinya kita atur supaya jangan ada kekosongan hari di mana tidak bisa vaksinasi," jelasnya.
Sejauh ini, kata Budi, vaksinasi sudah sesuai rencana. Sampai kemarin 13,7 juta dosis sudah diberikan kepada 9 juta orang. "Sesuai dengan rencana, vaksinasi per kemarin sudah 13,7 juta dosis yang diberikan sekitar 9 juta orang," jelasnya.
Pada Januari-Februari, jumlah stok vaksin hanya tiga juta untuk tujuh pekan.
Stok Maret-April seharusnya ada 15-30 juta. "Sehingga kalau dibagi 50 kita atur kecepatannya kita naikkan ke 500.000 dan itu sudah tercapai sebenarnya di minggu ketiga Maret," jelas Budi.
Baca juga:
Komnas KIPI Tegaskan Tak Ada Kaitan Vaksin Covid-19 dengan Penurunan Produksi ASI
Cak Imin: Kiai Mendukung Sepenuhnya Vaksinasi Covid-19
Polri Sebut Meninggalnya Anggota Brimob di Maluku Bukan karena Vaksin AstraZeneca
Dinas Kesehatan DKI Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Guru PAUD hingga SMA
Kota Bandung Tetap Lakukan Vaksinasi saat Ramadan, Berikut Skema dari Pemkot
Percepat Vaksinasi Covid-19, IDI Dorong Seluruh Tenaga Kesehatan Ikut Pelatihan