Menkes Budi Gunadi: Virus Covid-19 Baru Bisa Dideteksi dengan Swab
Budi menjelaskan, virus baru tersebut ditemukan mutasi aparigine pada pos 501 (N5001Y) menjadi tirosin pada protein spike.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menuturkan varian baru Covid-19 yang pertama kali muncul di Inggris lebih cepat menular. Hal tersebut didapati Budi dari para ahli.
"Saya mendapati masukan para ahli yang mudah dicerna dan menjadi pegangan untuk kita semua. Nomer satu virus ini lebih mudah menular," katanya dalam siaran telekonference dichanel youtube sekretariat presiden, Jakarta Pusat, Selasa (29/12).
Walaupun mudah menular, dia menuturkan virus baru tersebut tidak terbukti lebih parah atau lebih fatal. Bahkan, virus tersebut mudah dideteksi dengan alat seperti swab atau PCR.
"Virus ini tidak terbukti lebih parah atau lebih fatal, nomer tiga virus ini sudah terbukti bisa dideteksi dengan alat deteksi yang ada swab atau pcr. Tiga hal tersebut kami dapatkan dari para ahlinya saya menerjemahkan lebih mudah dipahami," ungkapnya.
Budi menjelaskan, virus baru tersebut ditemukan mutasi aparigine pada pos 501 (N5001Y) menjadi tirosin pada protein spike.
"Strain yang dinamain N5001Y ini adalah mutasi dari virus SARS cov 2, mutasinya terjadi di mana? mutasinya terjadi di salah satu komponen protein yang namanya spike protein yang memang merupakan salah satu komponen protein utama dari virus ini," tutupnya.
Baca juga:
Per 28 Desember, Penyerapan Anggaran Bansos Telah 98,54 Persen
Diisolasi di Rumah Sakit, Bupati Gresik Terpapar Covid-19
Tiba di Indonesia, Puluhan Jamah Umroh Langsung di Karantina
Setelah Varian Inggris Menyebar, Jepang Temukan Varian Covid-19 dari Afrika Selatan
Per 1 Januari, Pemerintah Larang WNA Masuk Indonesia