Menjemput rezeki di atas trotoar dari para pekerja kantoran
Seperti Acep, pria berusia 42 tahun penjual batagor ini mengaku sudah sekitar 20 tahun 'mangkal' di atas trotoar dekat Stasiun Tebet, Jakarta Selatan. Ia menjemput rezeki dari para pekerja kantoran yang turun di stasiun tersebut.
Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang gencar melakukan penertiban sejumlah trotoar di Ibu Kota. Pemprov ingin mengembalikan fungsi trotoar yang sesungguhnya, yaitu sebagai perlintasan para pejalan kaki.
Praktis, kebijakan baru Pemprov membuat segelintir pedagang was-was, terutama mereka yang biasa 'mangkal' menjajakan barang dagangannya di atas trotoar.
Seperti Acep, pria berusia 42 tahun penjual batagor ini mengaku sudah sekitar 20 tahun 'mangkal' di atas trotoar dekat Stasiun Tebet, Jakarta Selatan. Ia menjemput rezeki dari para pekerja kantoran yang turun di stasiun tersebut.
"Udah berapa ya, 20 tahunan saya. Karena di sini banyak orang-orang kerja lewat," ungkap Acep saat ditemui merdeka.com, Senin (18/9).
Meski ramai, Acep mengaku pendapatannya juga mengalami naik turun. "Ya enggak tentu, kadang naik kadang turun," ucapnya.
Acep pun tak hanya mengandalkan hasil berjualan di atas trotoar. Ia juga sering berkeliling menjajakan dagangannya. "Pagi jam 5 saya berjualan di Pasar Kampung melayu. terus pindah lagi ke SMK Muhamadiyah," tuturnya.
Ia bercerita tak sedikit teman seprofesinya sudah 'diangkut' Satpol PP. Saat itu, rekannya terjaring razia petugas gabungan. Beruntung, Acep tidak turut diangkut karena ada warga yang memberitahu.
"Waktu gabungan itu mah, waktu gabungan gabisa apa-apa dia langsung diangkut barang jualannya. Saya langsung jalan, kan disana banyak anak-anak yang nongkrong jadi banyak yang kasih tau," tuturnya menjelaskan.
Acep sendiri mengaku belum pernah tertangkap razia satpolpp lantaran ia selalu bergegas setiap ada razia. Acep pun tak pernah melawan jika ada satpolpp yang hendak datang merazia.
"Alhamdullilah belom, jangan sampelah (candanya) ya jangan bantah lah kalo suruh jalan ya jalan. Ya namanya orang kecil saya mah.Kadang kalo lagi ga gabungan satpolpp dari kelurahan tuh jalan lewat-lewat aja gapapa," ucap acep.
Saat ditanya mengenai trotoar dilarang digunakan untuk pedagang dan hanya boleh untuk pejalan kaki ia juga telah mengetahuinya. "Tahu, tahu sekarang kan ada tulisannya," ujarnya.
Acep juga berkeinginan untuk difasilitasi tempat untuk berjualan agar tidak selalu didatangi satpolpp dan diusir.
"Pengennya ada tempat si kayak disana tuh (menunjuk arah lorong jalan stasiun). Di sana ada semua, saya bingung mau ngikut kesana udah ada semua yang jualan kayak saya," ucapnya penuh harap.
Baca juga:
Djarot resmikan lokasi sementara dan binaan buat PKL
Bulan Tertib Trotoar, Satpol PP bongkar lapak PKL di Jatinegara
Djarot ancam gusur PKL yang jualan di trotoar jalan kawasan Kalijodo
Begini aktivitas pasar loak di Ukraina