Meninggal karena kanker paru-paru, Suhardi dikenal bukan perokok
Asap rokok menyebabkan 80–90% kanker paru. Hanya 10–15% penderita kanker paru yang bukan berasal dari perokok.
Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi berpulang pada pukul 21.40 Wib, Kamis (28/8) di Rumah Sakit Pusat Pertamina, akibat kanker paru-paru stadium 4 yang dideritanya. Dia meninggal setelah sekitar sebulan kritis di rumah sakit.
Pertanyaan tentang penyakit yang diderita Suhardi pun menggelayut dari para koleganya. Pasalnya, bekas Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu bukanlah seorang perokok.
"Saya tidak pernah melihat beliau merokok," kata mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen saat melayat di rumah duka, Jl Jatipadang, Jakarta Selatan, semalam.
Namun, Kivlan tidak mau berspekulasi tentang penyakit koleganya tersebut. Dia menyarankan lebih baik menanyakan hal tersebut kepada dokter yang merawatnya.
"Lebih bagus tanya dokternya saja, soal kenapanya," kata Kivlan.
Seperti diketahui, penyebab paling umum kanker paru adalah paparan dalam jangka waktu yang lama terhadap asap tembakau. Asap rokok ini menyebabkan 80–90 persen kanker paru. Hanya 10–15 persen penderita kanker paru yang bukan berasal dari perokok.