Menikmati film bisu 'Setan Jawa' karya Garin ditemani alunan gamelan
Film ini menceritakan tentang kisah cinta dan tragedi kemanusiaan dengan latar waktu awal abad ke 20-an
Siapa tak kenal Garin Nugroho, sutradara kawakan yang telah 'menukangi' berbagai macam judul film. Seperti film Cinta Dalam Sepotong Roti, Guru Bangsa Tjokroaminoto, Daun Di atas Bantal, Opera Jawa dan Soegija.
Garin adalah sutradara yang memiliki ciri khas dalan setiap karyanya. Yakni berusaha memadukan drama musikal yang dipadu dengan budaya.
Kali ini Garin kembali membuat sebuah penampilan film bisu diiringi orkestra gamelan Jawa secara langsung. Film bisu yang diberi judul Setan Jawa ini mengisahkan tentang kisah cinta dan tragedi kemanusiaan dengan latar waktu awal abad ke 20-an, di mana era kolonialisme sedang menguasai tanah Jawa.
Film bisu Setan Jawa karya Garin Nugroho
Kisah ini dimulai ketika seorang anak kecil Jawa yang dihukum oleh aparat kolonial Hindia Belanda karena mencuri uang di rumah orang kaya. Akibat dari perbuatannya itu, dia dimasukkan ke dalam penjara. Namun di dalam penjara, si anak kecil Jawa tersebut membuat ulah, dia membunuh serdadu hingga dirinya mendapat hukuman kejam. Anak kecil itu kemudian mati dan akhirnya menjadi setan pesugihan di sebuah candi.
Pada awal pementasan, film bisu ini dibuka dengan iringan orkestra gamelan serta tembang-tembang Jawa. Alunan musik itu membuat film ini menjadi hidup meski tanpa suara.
Di bagian selanjutnya, film ini mengisahkan Setio yang diperankan oleh Heru Purwanto. Setio adalah pemuda desa miskin yang bertemu dengan Asih, diperankan oleh Asmara Abigail. Asih adalah anak seorang bangsawan kaya di sebuah pasar. Ketika itu tak sengaja kepala Asih terbentur oleh sebuah barang yang sedang dibawa oleh kuli panggul. Kemudian rambut Asih yang panjang terurai sehingga membuat tusuk kondenya terjatuh.
Setio melihat tusuk konde milik asih terjatuh di tanah. Dari situ Setio mulai terpikat dengan kecantikan Asih. Pertemuan awal itu membuat Setio jatuh hati dan ingin melamar Asih, namun ditolak mentah-mentah.
Penolakan keluarga Asih sangat kasar terhadap Setio. Ketika Setio ingin mengembalikan tusuk konde kepada ibu Asih, perlakuan yang diterima Setio justru membuat dia terluka. Sebab tusuk konde itu malah ditusukkan ke tangan Setio.
Sejak itulah Setio menaruh dendam dan berpikir bagaimana caranya agar bisa melamar Asih. Sebab saat itu, dia seorang pemuda miskin yang berbeda jauh derajatnya dengan Asih yang merupakan darah bangsawan.
Dengan cara mendatangi pasar pesugihan, Setio ingin mengubah hidupnya menjadi kaya secara kilat. Dia pun memilih pesugihan kandang bubrah. Setio harus menjalani beberapa persyaratan dan ritual yang harus dilakukan bersama Setan Jawa. Salah satunya, membuat topeng dewa perusak atau Rojo Molo.
Topeng itu harus dipakai ketika Setio membetulkan rumahnya yang reot. Usaha awalnya berhasil, rumahnya menjadi megah berkat hasil pesugihan Setan Jawa. Dia kemudian bisa melamar Asih dan membawanya ke rumah megah.
Film bisu Setan Jawa karya Garin Nugroho
Tetapi lambat laun rumah Megah yang dimiliki Setio rusak lantaran Setan Jawa tidak suka melihat Setio dan Asih melakukan hubungan intim suami istri. Setan Jawa pun menaruh hati kepada Asih.
Setan perusak pun selalu hadir dengan mendatangkan banyak kepiting untuk merusak rumah Setio. Asih pun mengetahui bahwa suaminya melakukan pesugihan. Lambat laun rumah megah milik Setio rusak digerogoti kepiting serta diganggu setan perusak. Tidak hanya itu, Setio pun mengalami sakit parah akibat pesugihan.
Tidak tega dengan suaminya yang menderita, Asih pun mencari setan Jawa di tempat pesugihan. Dia memohon agar suaminya tidak dijadikan tumbal pesugihan sebagai tiang rumah Jawa. Tetapi permintaan itu tidak dikabulkan dengan mudah.
Setan Jawa meminta tubuh Asih sebagai persembahan agar suaminya pulih seperti sedia kala. Permintaan itu dituruti oleh Asih. Setan Jawa kemudian mulai menggerayangi tubuh Asih, saat Setan Jawa dalam keadaan nafsu yang memuncak dengan cepat Asih mencabut tusuk kondenya lalu menancapkannya di wajah setan Jawa. Seketika Setan Jawa pun langsung terkapar.
Tetapi apa yang dilakukan Asih pun menjadi sia-sia. Sebab suaminya tetap menjadi tumbal pesugihan Kandang Bubarah yakni dijadikan sebagai tiang rumah Jawa.
Film bisu Setan Jawa karya Garin Nugroho
Dari adegan pertama hingga penutup cerita iringan gamelan orkestra Jawa pimpinan Rahayu Supanggah seorang maestro gamelan Jawa dari Akademi Seni Karawitan Indonesia, serta lantunan tembang-tembang Jawa dan sedikit kawih Bali menjadi satu dalam gerak tari di dalam film bisu tersebut.
Garing Nugroho memilih tema mistis Jawa sebab selama ini film di Indonesia dengan tema horor atau mistis hanya menampilkan sisi seramnya saja.
"Saya memilih tema ini sebab film-film yang ada selama ini hanya menampilkan sisi seram saja tetapi melalui film ini bahwa mistis khususnya mistis Jawa memiliki pesan atau arti yang bersifat sastra," kata Garing usai pertunjukan Film Bisu 'Setan Jawa' dengan iringan orkestra gamelan Jawa di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki Cikini, Jumat (2/9) malam.