LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menhan tak tahu soal uang Rp 28 miliar untuk tebus 4 WNI

Menhan: Yang penting kita enggak ngeluarin duit. Ini murni diplomasi.

2016-05-13 13:38:23
Menhan
Advertisement

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu kembali menegaskan bahwa pembebasan 4 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina tanpa uang tebusan. Pembebasan ini murni menempuh jalur diplomasi dibantu pemerintah Filipina.

"Itu diplomasi, lebih banyak bantuan Filipina," kata Ryamizard usai menemui Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (14/5).

Disinggung soal kabar yang menyebutkan adanya uang tebusan 100 juta peso atau setara Rp 28,6 miliar kepada kelompok militan Abu Sayyaf, Ryamizard mengaku tidak tahu.

Advertisement

"Enggak tahu ya, yang penting kita enggak ngeluarin duit. Nanti kalau ngasih, diteken," ujarnya.

Untuk mencegah agar kejadian ini tidak terulang lagi, Menhan menyebut akan meningkatkan patroli rutin. Tidak hanya di perbatasan Filipina, patroli juga akan dilakukan di perbatasan Laut China Selatan (LCS).

"Sejak tahun lalu adakan patroli bersama baik di LCS, di pinggirannya kan LCS juga. Indonesia Kalimantan, Selat Melaka juga perlu. Saya awal-awal mengatakan tidak mau di kepulauan kita kayak Somalia ada pembajakan," tandasnya.

Advertisement

Sebelumnya, Empat WNI ditawan sejak 15 April 2016. Kapal mereka diserang oleh kelompok Abu Sayyaf pada dini hari di perairan Sempornah, Sabah, Malaysia. Keberhasilan operasi ini menyusul bebasnya 10 WNI pada 1 Mei lalu yang juga diculik oleh teroris di selatan Filipina.

Pembebasan 4 WNI ini telah melalui proses panjang. Jalur diplomasi dengan otoritas Filipina maupun non pemerintah menjadi senjata ampuh. 4 WNI berhasil dibebaskan pada Rabu (11/5) pukul 02.00 waktu setempat. Adapun serah terima keempat WNI tersebut dilakukan militer kedua negara (Filipina-Indonesia) di laut perbatasan pada Kamis (12/5).

Baca juga:
Cerita Pangkostrad saat operasi pembebasan 4 WNI tanpa perang
Boeing 737 TNI AU pembawa 4 sandera mendarat di Halim
Menlu Retno sambut langsung 4 sandera Abu Sayyaf di Lanud Halim
Pangkostrad sebut serah terima 4 WNI di Pulau Data, tanpa tebusan
Empat sandera Abu Sayyaf dibawa cek kesehatan ke RSPAD

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.