Menhan sebut bodoh jika kerusuhan di Tolikara terulang lagi
Pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi kepada seluruh elemen masyarakat di Tolikara agar konflik tak terulang.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi kepada seluruh elemen masyarakat di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua. Hal itu dilakukan agar kerusuhan seperti saat Idul Fitri lalu tak lagi terulang.
"Untuk mencegah kisruh di Tolikara kita sudah mengantisipasi di sana dengan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Komando Distrik Militer (Kodim), lembaga kepolisian dan masyarakat di sana. Jadi enggak ada masalah seperti kemarin yang sebabnya tidak ada komunikasinya," kata Ryamizard di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9).
Menurutnya, antisipasi juga dilakukan dengan melakukan penambahan pasukan dengan skala kecil di wilayah bekas konflik di Tolikara. Sehingga, situasi di sana lebih kondusif dan terkontrol.
"Enggak terlalu ada pengerahan pasukan cuma peningkatan komunikasi saja termasuk dengan masyarakat di sana. Selama ini, sejak kejadian tersebut, semua akrab saja," jelasnya.
Selain itu, Kementerian Pertahanan juga melakukan komunikasi kepada Gereja Injili di Indonesia (GIDI). Dia mengatakan apabila segala upaya telah dilakukan dan konflik tetap terulang di Tolikara sebagai sesuatu yang bodoh.
"Dengan GIDI otomatislah semua. Masa kejadian itu akan terulang kembali, bodoh betul itu," pungkasnya.
Baca juga:
Menko Luhut pastikan stabilitas keamanan di Tolikara kondusif
Luhut tegaskan tak ada pengamanan khusus di Tolikara saat Idul Adha
Kapolri jamin perayaan Idul Adha di Tolikara berlangsung aman
Keluarga korban Tolikara: Damai bukan berarti proses hukum selesai