Mengenal Apa Itu Imunisasi dan Manfaatnya
Prima mencontohkan orang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Mereka masih bisa terinfeksi virus SARS-CoV-2 itu, namun gejala yang dialami cenderung ringan bahkan tanpa bergejala.
Kementerian Kesehatan menyatakan pandemi Covid-19 menyadarkan semua pihak bahwa imunisasi sangat penting. Imunisasi merupakan upaya untuk menimbulkan kekebalan secara aktif terhadap suatu penyakit.
"Sehingga kalau nanti dia terpapar dari penyakit itu maka dia tidak akan sakit atau kalaupun sakit maka dia sakitnya jadi ringan," kata Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Ditjen P2P Kemenkes RI, Prima Yosephine, Senin (11/4).
Prima mencontohkan orang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Mereka masih bisa terinfeksi virus SARS-CoV-2 itu, namun gejala yang dialami cenderung ringan bahkan tanpa bergejala.
"Bahkan kalau dilihat di rumah sakit, orang yang lengkap imunisasinya maka dia lebih pendek perawatannya," imbuhnya.
Manfaat Imunisasi
Prima menyebut ada tiga manfaat imunisasi. Pertama, dapat memproteksi atau melindungi diri sendiri dari ancaman penyakit. Kedua, dapat menimbulkan kekebalan bagi kelompok yang berada di sekitarnya atau lebih dikenal herd immunity.
"Jadi kalau ada 1-2 orang yang tinggal di dalam lingkungan yang sebagian besar orang tersebut sudah mendapatkan imunisasi dan sudah terbentuk kekebalan, maka orang ini pun bisa menerima manfaat dari imunisasi yang didapatkan orang di lingkungan itu," jelasnya.
Ketiga, imunisasi dapat memberikan manfaat untuk lintas kelompok. Dia mengambil contoh vaksinasi Rubella pada kelompok anak, mulai bayi, balita, hingga anak usia sekolah. Jika kelompok ini sudah divaksinasi Rubella, maka dapat memberikan proteksi bagi wanita usia subur yang berada di lingkungan sekitar.
"Kenapa begitu? Karena anak-anak ini kelompok terbesar yang terinfeksi oleh virus Rubella. Kalau anak-anak ini sudah kebal, maka akan terputus rantai penularan. Jadi anak-anak itu tidak terinfeksi dan dia juga tidak menularkan kepada kelompok usia di luarnya," paparnya.
Perlu Imunisasi Lanjutan
Menurut Prima, penelitian terbaru menunjukkan bahwa imunisasi tak cukup dengan hanya dasar lengkap. Dibutuhkan imunisasi lanjutan kepada kelompok anak yang lebih tua. Hasil penelitian ini sudah sudah diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Sehingga sekarang ada perubahan paradigma tidak lagi hanya mengejar imunisasi dasar lengkap tapi mengejar imunisasi rutin lengkap," ujarnya.
Berikut rincian tahapan imunisasi:
Imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan:
HBO 1 dosis
BCG 1 dosis
DPT-HB-Hib 3 dosis
Polio tetes (CPV) 1 dosis
Polio suntik (IPV) 1 dosis
Campak Rubela 1 dosis
Imunisasi lanjutan Baduta pada anak usia 18-24 bulan:
DPT-HB-Hib 1 dosis
Campak Rubela 1 dosis
Imunisasi lanjutan anak sekolah dasar/sederajat pada program tahunan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah):
Campak Rubela dan DT (Difteri dan Tetanus) pada anak kelas 1
Td (Toksoid Difteri) pada anak kelas 2 dan 5.