Mengejar penyandang dana di balik dugaan aksi makar
Indikasi adanya pemodal diduga buat aksi makar berawal dari temuan bukti transfer. Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul menuturkan, bukti transfer dana ditemukan polisi bakal menjadi bukti tambahan guna mendapatkan konstruksi hukum dari kasus menyeret delapan aktivis itu.
Delapan orang aktivis ditangkap kepolisian diduga akan melakukan aksi makar bertepatan dengan aksi damai 2 Desember lalu. Dalam pengusutan, polisi menemukan adanya penyandang dana dalam kasus ini.
Indikasi adanya pemodal diduga buat aksi makar berawal dari temuan bukti transfer. Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul menuturkan, bukti transfer dana ditemukan polisi bakal menjadi bukti tambahan guna mendapatkan konstruksi hukum dari kasus menyeret delapan aktivis itu.
"Jadi dalam perjalanan proses penegakan hukum berlangsung mencari sebanyaknya bukti itu sangat baik misalnya mencari bukti transfer. Nah, itu bagian upaya Polri yang saat ini sudah ditemukan bukti transfer," kata Martinus, Selasa kemarin.
Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan bahkan menyebut bahwa dana dari pemodal cukup besar hingga bisa dipakai buat mengerahkan massa. Pihaknya menduga sumber dana itu bukan dari partai politik.
"Kita belum bisa pastikan. Kemungkinan ada tempat lain bukan parpol. Kemungkinan ya tapi kita tunggu waktunya karena kan memerlukan koordinasi dengan bank membuka rekening," ungkap Iriawan.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto membenarkan ada pemodal besar di balik penangkapan delapan aktivis diduga bakal melakukan makar. Meski demikian, dia menegaskan pemodal di balik rencana aksi makar belum bisa dibuka kepada publik.
itu kan temuan-temuan seperti itu enggak terus kemudian setiap jam dilaporkan ke publik. Ada beberapa informasi yang kemudian belum layak untuk disampaikan ke publik ya enggak usah disampaikan," kata Wiranto, kemarin.
Mantan Panglima Angkatan Bersenjata ini memastikan kepolisian terus menelusuri siapa pemodal rencana aksi makar tersebut. Dia yakin kepolisian akan menemukan penyokong dana itu.
"Ada cara-cara kepolisian untuk kemudian menghubungkan satu laporan ke laporan yang lain, satu informasi ke informasi yang lain. Itu memang cara-cara kepolisian untuk bagaimana bisa menggali bukti-bukti lebih jauh lagi," tegasnya.
Anggota DPR Fraksi PKS Nasir Djamil mendorong agar Polri membuka siapa dalang mengatur skenario makar tersebut. "Pada prinsipnya satu kasus atau dugaan terkait makar itu harus diungkapkan secara terang benderang. Saya enggak tahu apa alasan Kapolri kalau kemudian belum mengungkapkan ini," kata Nasir kepada merdeka.com.
Pihaknya meminta Polri untuk berhati-hati dalam mengusut kasus makar ini. Politisi PKS ini meminta lebih baik polisi mengumpulkan alat bukti kuat dan valid terlebih dahulu, sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka makar.
"Soal makar kan bisa ditafsirkan berbeda-beda. Jadi kemarin polisi dengan tidak menahan delapan orang itu kan menunjukkan bahwa alat buktinya tidak kuat. Pada prinsipnya kita minta hati-hati ya dalam penanganan kasus terkait makar," tegasnya.
Baca juga:
Merasa difitnah soal aksi makar, Eggi Sudjana lapor polisi
Jejak Kivlan Zen di pusaran peristiwa 1998
Wiranto sebut ada pemodal mendanai dugaan aksi makar
Polisi beberkan bukti rencana makar, dari video sampai transfer dana
Polisi sebut kucuran dana cukup untuk kerahkan massa buat makar
Ketegaran istri saat Sri Bintang ditahan terkait tudingan makar