Mengamuk saat mau disembelih, kerbau di Bekasi didor polisi
Mengamuk saat mau disembelih, kerbau di Bekasi didor polisi. Hewan kurban tersebut mengamuk dan dikhawatirkan membahayakan warga karena lepas dari ikatannya. Kerbau seberat 4,5 kwintal tersebut dilumpuhkan dengan cara ditembak.
Seekor hewan kurban di Kota Bekasi, Jawa Barat, terpaksa dilumpuhkan oleh aparat kepolisian dengan cara ditembak, Jumat (1/9). Sebab, hewan kurban tersebut mengamuk dan dikhawatirkan membahayakan warga karena lepas dari ikatannya.
"Diduga hewan itu stres ketika hendak diturunkan dari mobil, karena sudah mencium aroma amis darah," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hero Henrianto Bachtiar.
Peristiwa itu bermula ketika hewan kurban jenis kerbau tersebut akan diturunkan di Musala At-Tin, Kp. Tipar Rt 08/07, Kel. Pondok Kelapa, Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur. "Kerbau dibeli oleh panitia kurban dari daerah Pekayon," katanya.
Pada saat akan diturunkan dari mobil pikap, kerbau tersebut terlihat stres. Diduga karena mencium bau darah kambing yang sudah terlebih dahulu selesai disembelih. Kemudian kerbau tersebut mengamuk dan berhasil melepas ikatannya dari mobil.
"Kerbau tersebut berlari mengarah Jl. Raya Kapin selanjut ke Perum Jatibening II dan masuk di halaman rumah warga," katanya.
Warga langsung melaporkan kejadian ini pada polisi. Sekitar pukul 13.00 Wib, anggota Polsek Pondok Gede tiba di lokasi. Polisi berhasil melumpuhkan kerbau tersebut dengan cara ditembak.
"Kerbau seberat 4,5 kwintal tersebut dilumpuhkan dengan cara ditembak karena dikhawatirkan mengamuk dan dapat menimbulkan korban, itu juga sudah mendapat izin dari panitia," katanya.
(mdk/noe)