LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menengok perahu eretan, transportasi warga di Kapuk Muara

Naik perahu eretan membayar Rp 2 ribu untuk sekali penyeberangan.

2014-11-26 16:52:43
Transportasi umum
Advertisement

Segala cara untuk mempersingkat jarak tempuh nampaknya menjadi pilihan dibandingkan dengan risiko kecelakaan. Hal tersebut tak menghalangi sejumlah warga Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, untuk menaiki perahu eretan untuk menyeberangi Kali Kapuk Muara yang berada tepat di bawah pintu keluar tol Pantai Indah Kapuk.

Tak segan-segan, bukan hanya tubuh warga saja yang menaiki perahu eretan tersebut. Melainkan, kendaraan roda dua milik warga juga ikut menaiki perahu eretan.

Selain itu, perahu eretan itu juga tidak menggunakan mesin, melainkan menggunakan tenaga manusia yaitu sang awak perahu eretan yang menggunakan sebuah tambang besar yang dililitkan ke bambu besar sepanjang 50 meter.

Salah seorang penumpang perahu eretan, Agus (20) yang merupakan warga Muara Karang mengatakan, dirinya sudah terbiasa menaiki perahu eretan tersebut dengan ongkos Rp 2 ribu sekali penyeberangan.

"Awalnya memang takut nyebur ke kali karena kita kan bawa motor juga, tapi mau bagaimana lagi daripada mesti muter jauh keluar PIK ke Muara Baru, mending naik perahu eretan cepat dan gak buang waktu," ujar Agus kepada merdeka.com di lokasi, Rabu (26/11).

Selain itu, perlahan tapi pasti, dirinya memberanikan diri untuk menaiki perahu eretan tersebut. "Lama-ama udah biasa mas, tapi tetap kalau musim hujan dan airnya lagi pasang, baru dah saya gak mau," tandasnya.

Sementara itu, seorang siswa kelas 1 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 56 Pluit, Jakarta Utara, Anggi (17), menuturkan, dengan menaiki perahu eretan tersebut dirinya bisa menghemat biaya ongkos sekolahnya.

"Rasanya biasa aja, lebih baik naik perahu eretan daripada mesti naik mobil dua kali ke sekolah, kan ongkosnya juga lebih mahal," kata Anggi.

Baca juga:
Perahu eretan, dulu didayung kini ditarik pakai tambang
Kisah penarik perahu eretan tak kenal lelah demi anak dan istri

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.