LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mengenang Fredy S, novelis 'roman picisan' yang kini terlupakan

Fredy S kini telah tiada. Namun karyanya akan tetap dikenang.

2015-02-14 06:08:00
Mengenang Fredy S
Advertisement

24 Januari lalu, novelis Fredy Siswanto atau yang lebih dikenal dengan Fredy S tutup usia. Pengarang novel yang masyhur pada tahun 80-90an itu meninggalkan dunia yang fana ini tanpa hingar bingar pemberitaan. Bahkan ikut tenggelam dalam karut marut berita kisruh Polri vs KPK.

Bagi penikmat karya sastra saat, nama Fredy Siswanto bisa jadi kurang begitu akrab di telinga. Tetapi, pada masa 10 sampai 20 tahun silam, novel-novel karya dia paling ditunggu. Meski dijual di sudut-sudut terminal dan stasiun, emperan toko atau lapak penjaja surat kabar pinggir jalan, atau kios-kios buku murah semua ludes.

Harus diakui, walau bagaimana pun berbagai novel karya Fredy S juga berusaha menarik minat kaum muda agar gemar membaca. Bahkan, salah satu novelnya berjudul 'Senyummu Adalah Tangisku' pernah diangkat ke layar lebar dengan pemeran utama bintang remaja top pada masa itu, Rano Karno dan Anita Carolina.

Namun, tetap saja di dunia sastra Indonesia, Fredy Siswanto diangggap tidak pernah ada. Memang karya dia tidak melegenda, atau paling tidak bisa disejajarkan dengan para pendekar sastra macam Sutan Takdir Alihsyahbana, W.S. Rendra, Romo Mangunwijaya, maupun H.B. Yassin. Mau tidak mau, dia harus terima karyanya terhempas dan terpinggirkan dan harus puas dengan cap sebagai roman picisan.

Selain menulis novel, Fredy Siswanto juga pernah menggarap skenario beberapa film layar lebar, antara lain berjudul Di Sana Mau Di Sini Mau (1989), Penakluk Srigala (1983), Gepeng Bayar Kontan (1983), dan Lara Jonggrang (Candi Prambanan) (1983).

Meski harus puas dicap sebagai sastrawan kelas bawah, picisan, kaki lima, dan segudang cibiran lainnya, toh nama Fredy Siswanto dan karyanya masih menjadi buruan sebagian kalangan sampai saat ini. Entah apa mereka benar-benar menikmati setiap bait dalam paragraf novel itu, atau hanya sekadar ingin memanjakan khayalan erotis, hanya mereka yang tahu.

Fredy kini telah tiada. Namun karyanya akan tetap dikenang, terutama bagi mereka yang baru beranjak dewasa saat novel-novelnya jadi primadona di kalangan anak muda.

Merdeka.com pada tematik hari ini (15/15) akan mengangkat tentang sosok Fredy S dan karya-karyanya yang melegenda. Selamat membaca.

Baca juga:
Novel karya Fredy S, laris karena bumbu-bumbu erotis
Novel-novel karya Fredy S yang difilmkan
300 Novel Fredy S melambung dari Malaysia hingga Brunei Darussalam
Meski dipandang sinis, tapi novel karya Fredy S tetap laris manis

(mdk/war)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.