Menelusuri Gang Sempit, Tempat Tinggal Pemilik Rubicon Yang Dipakai Mario
Tidak banyak warga yang beraktivitas karena kondisi hujan, beberapa pintu dan pagar rumah tertutup kecuali mereka yang sedang berdagang di rumah yang sedang melayani pembeli.
Setapak demi setapak ditelusuri. Gang dengan lebar sekitar dua meter itu hanya muat satu sepeda motor.
Tepatnya berada di pinggir jalan raya utama kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Beralaskan aspal nan becek karena hujan sejak pagi menjadi permulaan penelusuran.
Sejauh mata memandang hanya berdiri rumah-rumah yang saling berdempetan di sisi kanan dan kiri. Sesekali, langit-langit tertutup karena rumah tingkat berlapis tumpukan batu bata ada juga yang bermodalkan lapisan seng.
Tiang-tiang listrik dengan kabel yang serba semrawut juga membentang di sepanjang gang.
"Di sini ramai terus sampai sore. Ini karena hujan saja jadi kayanya sepi," kata salah satu warga saat ditemui merdeka.com, Kamis (2/3).
Tidak hanya itu terpampang jelas spanduk melambai-lambai yang sudah usang dan terpal yang dihubungkan antar rumah di seberangnya sebagai lokasi untuk berjualan di rumah tersebut.
Tidak banyak warga yang beraktivitas karena kondisi hujan, beberapa pintu dan pagar rumah tertutup kecuali mereka yang sedang berdagang di rumah yang sedang melayani pembeli.
Pun, warga keluar rumah dengan beratapkan payung hanya untuk berbelanja sesekali berpapasan dengan pengendara motor sambil mengenakan jas hujan. Normalnya, aktivitas warga memang cukup ramai terlebih pada pagi dan sore hari.
Sedangkan pada malam harinya, merupakan aktivitas yang paling sepi. Penerangan sekitar pun hanya mengandalkan dari teras rumah warga sekitar, walaupun hanya ada beberapa tiang lampu berdiri tegak menyinari jalanan gang.
Melihat situasi sekitar dirasa tidak memungkinkan untuk sebuah mobil mewah bermerek Jeep Rubicon dapat melintas di gang tersebut.
"Yang Rubicon, ya, minggu lalu, tim sudah di lapangan, benar, itu memang bukan atas nama yang bersangkutan STNK dan BPKB-nya," beber Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan saat jumpa pers di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Rabu (1/3).
Pahala menyatakan, alamat yang tertera di STNK dan BPKB berlokasi di Mampang. Melihat situasi dan kondisi kawasan alamat tersebut yang berada di 'gang senggol', dirasa tidak mungkin adanya mobil bertipe jeep.
"Dan kita datangi alamat yang kita punya, itu gang-gang begitu di daerah Mampang," kata Pahala.
Bantahan Rafael
Rubicon yang kerap dipamerkan anaknya jadi buah bibir, Rafael Alun Trisambodo buka suara. Pejabat pajak eselon II wilayah Jakarta Selatan ini membantah Rubicon tersebut adalah miliknya.
Kepada bos di Kemenkeu, Rafael berdalih, Rubicon itu milik anak menantunya.
"Mobil Robicon diakui RAT bukan miliknya tetapi pihak lain. Robicon ini milik kakaknya," kata Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/3). Rafael juga membantah motor Harley Davidson yang digunakan Mario Dandy juga miliknya. Motor tersebut diakui Rafael milik anak menantunya.
Rubicon Tercatat Atas Nama Ahmad Syarifudin
Teranyar, Pahala Nainggolan membeberkan Rubicon 'Mario Dandy Satriyo' terdaftar atas nama Ahmad Syarifudin (AS).
Hal itu sesuai tercatat di STNK dan BPKB.
"Menindaklanjuti karena dia bilang, ya kita lihat (surat dokumen kendaraan) nama Ahmad Syarifudin, apa AS ya itu," ucap Pahala kepada wartawan, di kantornya di Jakarta, Kamis (2/ 3).
"Kita lihat di lapangan gang dan orangnya (AS) tidak ada lagi di situ," katanya.
Belum di Balik Nama
Berdasarkan pengakuan Rafael, kata Pahala, nama AS masih tertera dalam surat kendaraan. Karena ketika membeli kendaraan tersebut belum sempat di balik nama sampai mobil itu berpindah tangan ke Rafael dan dijual kembali ke kakak Rafael.
"Tapi secara dokumen masih nama AS karena kan kita ngeceknya ke Samsat. Jadi belum di balik nama," ungkapnya.
Kendati demikian, KPK akan terus menyelidiki apakah benar keterangan Rafael soal asal-usul mobilnya. KPK akan menelusuri transaksi jual beli yang dilakukan Rafael.
"Nah apakah kita percaya apa enggak, ya enggak lah. Kan dia ngomong begitu, kita cek banknya, bener enggak kalau dia belikan ada duit keluar. Bener enggak kalau dijual lagi ke kakaknya ada duit masuk," ujarnya.
Oleh karena itu, KPK dalam waktu dekat akan memanggil semua orang yang memiliki keterkaitan dengan Rafael untuk mengungkap semua dugaan terkait harta kekayaannya pejabat Pajak Kanwil Jaksel itu.
(mdk/rhm)