LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mendikbud temui pimpinan DPR bahas kurikulum baru

Mendikbud melaporkan Kurikulum 2013 yang sedang dipersiapkan untuk menggantikan kurikulum sebelumnya.

2013-02-15 14:25:44
Pendidikan
Advertisement

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan perombakan Kurikulum pendidikan, dari kurikulum 2006 yang bernama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013.

Untuk mengetahui sejauh mana persiapan yang dilakukan oleh Kemendikbud, DPR mengundang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh.

Dalam pertemuan tertutup tersebut Nuh mengatakan, pimpinan DPR hanya meminta penjelas sejauh mana persiapan perubahan kurikulum tersebut.

"Melaporkan perkembangan, konteks konsep, konten, perlu dijelaskan. Persiapan pelaksanaannya, intinya dari sisi substansi bagus kurikulum baru ini," kata Nuh di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (15/2).

Nuh menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan tiga hal penting sebelum merealisasikan kurikulum baru ini.

"Kita persiapkan pertama buku, karena nanti dengan kurikulum yang baru ini seluruh murid SD kelas satu sampai kelas 4 dapat buku yang baru. Sehingga murid-murid tidak lagi kena LKS dan sebagainya. Buku untuk murid dan pegangan untuk guru. Buku guru inilah yang akan kita pakai untuk pelatihan (pendidikan) guru," katanya.

Berikutnya, kata Nuh, Kemendikbud sedang mempersiapkan pelatihan untuk guru. Dengan pelatihan tersebut, pihaknya juga telah mempersiapkan buku gratis untuk panduan para guru di lapangan.

Sehingga agar kurikulum ini berjalan lancar, guru pun harus diberikan pelatihan terhadap kurikulum tersebut.

"Pelatihannya mulai Maret sampai Juni bertahap pelatihannya diberikan. Ada yang mulai kita siapkan dulu instruktur nasional yang akan melatih guru-guru inti. Dari guru inti melatih guru lapangan di kelas-kelas. Nanti ada pendampingan, pelatihan tidak serta merta selesai. Pelatihan sebagai tiket masuk kurikulum baru," terang dia.

Kurikulum ini, lanjut Nuh, juga tidak langsung menyeluruh serempak diterima oleh peserta didik di tiap tingkat.

Untuk tahap pertama, tambah dia, kurikulum baru ini akan dilaksanakan hanya untuk kelas 1 dan kelas 4 Sekolah Dasar saja.

Selain itu, Nuh juga menegaskan bahwa untuk tahap awal tidak semua Sekolah Dasar yang menerima kurikulum baru ini.

Dia memprediksi pada tahap pertama hanya sekitar 30 persen sekolah yang mendapatkan kurikulum baru ini.

"Kita lakukan bertahap, 30 persen dululah untuk yang SD itu. Sehingga tercapai jumlahnya kira-kira 44 ribuan SD. SMP pun hanya kelas satu saja. SMA juga kelas satu saja, sehingga nanti kalau tahun ini kelas satu dan kelas empat maka tahun 2014 kelas 1,2,3,4,5. Tahun 2015-2016 kelas 1,2,3,4,5 dan 6 jadi ini butuh 3 tahun. Secara bertahap," tandasnya.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.