LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mendikbud Beri Penghargaan 3 Siswa Penemu Obat yang Dipercaya Sembuhkan Kanker

Mereka berhasil menemukan obat kanker yang terbuat dari kayu bajakah berasal dari hutan Kalimatan Tengah.

2019-08-17 17:15:00
Mendikbud Muhadjir Effendy
Advertisement

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhajir Effendy memberikan penghargaan kepada tiga siswa asal SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan tengah yang menemukan khasiat pohon bajakah, tumbuhan khas Suku Dayak yang dipercaya dapat menyembuhkan kanker.

Penghargaan diberikan usai Upacara Peringatan HUT ke-74 RI, Sabtu (17/8/2019).

Muhajir mengatakan, ketiganya, merupakan segelintir dari sekian banyak siswa berprestasi di tingkat Internasia. Bedanya, karya yang diciptakan Yazid Rafi Akbar, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya sangat bernilai.

Advertisement

Mereka berhasil menemukan obat kanker yang terbuat dari kayu bajakah berasal dari hutan Kalimatan Tengah.

"Mereka sangat kreatif menggali kearifkan lokal untuk sebuah karya sehingga membawa nama baik Indonesia di tingkat Internasional. Makanya kami memberikan penghargaan khusus karena," ujar dia.

Adapun, penghargaan berupa laptop dan tabungan. Masing-masing siswa mendapatkan uang senilai Rp 5 juta.

Advertisement

Resep Keluarga

Sementara itu, Daldin, tinggal di Kuala Kurun, Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Anak kedua Daldin, Yazid Rafi Akbar yang memboyongnya ke Jakarta. Mereka diundang khusus oleh Muhajir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Anak Daldin, satu dari tiga pelajar SMA Negeri 2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang berhasil menemukan khasiat tanaman bajakah, untuk menyembuhkan kanker. Ketiganya pun meraih Gold Medals di Korea Selatan dalam ajang World Invention Creativity.

Sebetulnya bagi keluarga besar Daldin, tanaman bajakah bukan lagi hal yang asing. Khasiatnya dirasakan sejak 40 tahun lalu. Kala itu, bagian dari keluarga besarnya ada yang menderita kanker payudara. Kondisi pun sangat memperihatinkan.

"40 Tahun lalu, salah satu keluarga besar kami ada yang divonis kanker. Dari situlah awal mula ditemukan ramuan ini," kata Daldin membuka pembicaraan.

Putranya, Yazid mencoba meneliti lebih dalam kandungan dari tanaman bajakah itu. Yazid penasaran sejak masih menempuh pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Daldin baru memberi izin ketika Yazid beranjak dewasa. Sebab Daldin tahu, tanaman bajakah ini pasti akan dicari-cari.

"Kenapa selama ini kita gak ini. Saya sudah mikir pasti akan seperti itu. Hari ini saja sudah beberapa banyak yang menghubungi saya. Ya sudahlah ini konsukensinya," kata dia.

Kala berbicang-bincang, Daldin sangat irit bicara. Menurut dia, semua informasi mengenai bajakah sudah disampaikan putranya Yazid Rafi Akbar. "Tadi semua sudah diceritakan putra saya. Saya cuma mendukung saja," ucap pria yang bekerja di Pemprov Kalteng.

Yazid Rafi Akbar pun begitu. Siswa kelas 2 itu, masih menutup rapat-rapat informasi mengenai penemuannya itu. "Mohon maaf tidak bisa jelaskan detail karena ada penelitian lebih lanjut," ujar dia.

Yazid mengatakan, penemuan ini baru sebatas karya ilmiah yang diambil berdasarkan pengalaman empiris. "Jadi nenek saya kena kanker payudara dicoba menggunakan obat bajakah akhirnya sembuh dan sehat sampai sekarang," ucap dia.

Awalnya, kata Yazid ini menjadi rahasia keluarga. Namun, dirinya meminta izin kepada orangtuanya untuk mengangkat ini menjadi kearifan lokal.

Yazid bersama teman-temannya mengikuti berbagai perlombaan. Pertama yang diikuti yang digelar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Karyanya tersebut mampu menghipnotis para juri. Mereka berhasil mendapatkan emas.

"Dapat berberapa medali dari berbagai katergori. Terbaik dalam kategori persentasi, pakaian, dan inovasi," ujar dia.

Yazid lalu mengikuti perlombaan bertajuk World Invention Creativity yang digelar di Korea Selatan. Lagi-lagi ia menyambet Gold Medals. Namanya kini melambung. Berkat itu pula kayu Bajakah menjadi diburu banyak warga.

Tapi, Yazid berpesan, agar tak sembarangan mengambil kayu bajakah. Di Indonesia sendiri ada lebih 100 jenis kayu bajakah.

"Kita tahu kayu bajakah banyak jenis. Berhati-hati pengunaan. Gak semua jenis kayu bajakah bisa buat kanker," ujar dia.

Baca juga:
Pidato Upacara HUT RI, Mendikbud Sebut Sistem Zonasi Upaya Membangun SDM Unggul
Mendikbud Muhadjir Beri Penghargaan ke Puluhan Guru se-Indonesia
Tak Mungkin Puaskan Semua Orang, Mendikbud Minta Kebijakan Zonasi Dimaklumi
Mendikbud Siapkan Aturan Pensiunan Diperbantukan Jadi Honorer
Soal Peluang jadi Menteri Lagi, Ini Jawaban Muhadjir Effendy
Ketum PP Muhammadiyah dan Mendikbud Jenguk Buya Syafii Maarif

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.