LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mendikbud Ajak Pemuda Jawab Keresahan Akibat Pandemi dengan Solusi

Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 membuktikan bahwa kaum muda mampu mengubah resah menjadi jalan keluar. Mampu menjadi motor pergerakan menuju kemajuan.

2020-10-28 14:14:06
Sumpah Pemuda
Advertisement

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengajak para pemuda untuk mengubah keresahan akibat pandemi Covid-19 untuk menjadi solusi. Pun, ia mengajak generasi muda menyalakan kembali semangat Kongres Pemuda 1928 silam.

"Sudah lebih dari tujuh bulan Indonesia dan dunia berjibaku melawan pandemi Covid-19. Seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, mengalami masa yang sulit. Namun, tidak ada artinya keresahan apabila kita tidak dapat menemukan solusi untuk bangkit bersama," ujar Nadiem dalam keterangannya dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, Rabu (28/10) seperti dilansir Antara.

"Kita jawab keresahan dengan solusi," tambah dia.

Advertisement

Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 membuktikan bahwa kaum muda mampu mengubah resah menjadi jalan keluar. Mampu menjadi motor pergerakan menuju kemajuan.

" Masa sulit ini harus menjadi pembelajaran, penguatan mental dan karakter, serta ruang kreativitas bagi kita semua. Sudah waktunya kita, pemuda Indonesia untuk bersatu dan bangkit, menciptakan terobosan dan inovasi yang akan membantu bangsa ini melompat melampaui keterbatasan, " imbuh dia.

Dia juga menjelaskan bagaimana pada 92 tahun yang lalu secarik kertas setelah yang menjadi penyulut semangat mengubah nasib. Hal yang sederhana tapi mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Advertisement

Dalam hal menciptakan terobosan melalui inovasi, pun demikian. Inovasi bukanlah semata bicara hasil, tapi sebuah rangkaian proses yang dapat dimulai dari gagasan sekecil apapun.

"Pertama, kita punya sasaran yang jelas dan terukur. Kalau tidak bisa diukur, dari mana kita tahu ada kemajuan?, " kata dia.

Kedua, mental juara yang siap gagal. Kalau tidak mampu menyikapi kegagalan sebagai pembelajaran yang berharga, tantangan baru akan terlihat selalu sebagai risiko, bukan peluang.

Ketiga, keyakinan yang tak terbendung. Keyakinan bahwa semua masalah, sebesar atau serumit apapun, pasti ada solusinya.

"Besar harapan saya generasi muda akan banyak berinovasi agar kita dapat mengantarkan Indonesia ke tempat yang lebih maju dan sejahtera," jelas dia.

Baca juga:
Mengenal Emma Poeradiredja, Tokoh Sumpah Pemuda Asal Kuningan yang Patut Diteladani
Jokowi Resmikan TVRI Stasiun Papua Barat di Momentum Hari Sumpah Pemuda
Moeldoko Peringati Sumpah Pemuda: Jangan Malu Kalau Tidak Ikut Unjuk Rasa
Pemprov DKI Angkat Tema Hari Sumpah Pemuda 2020: Bersatu dan Bangkit
Mendikbud Nadiem Puji Kontribusi Para Pemuda Ikut Perangi Covid-19 di Tanah Air
Jokowi: Sumpah Pemuda Menyatukan Persaingan dan Perbedaan

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.