LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. NASIONAL

Mendagri Tito Buka Suara Terkait Kabar Dua Desa Lepas ke Malaysia

Tito Karnavian menegaskan bahwa informasi mengenai dua desa di Kalimantan yang dikabarkan lepas ke Malaysia adalah tidak benar.

Senin, 29 Jun 2026 17:45:00
malaysia
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026) (Istimew (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, memberikan penjelasan terkait isu yang beredar mengenai dua desa di Kalimantan yang dikabarkan lepas dan masuk ke wilayah Malaysia. Ia menyatakan, "Isu kadang-kadang dikatakan bahwa ada dua desa yang lepas masuk Malaysia, bukan seperti itu. Yang ada adalah ada bagian tanah dari desa itu yang masuk Malaysia, tapi yang masuk ke Indonesia, dari Malaysia yang masuk Indonesia juga jauh lebih banyak." Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR di Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026.

Tito menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya diuntungkan dalam permasalahan ini. Ia menjelaskan bahwa terdapat lahan seluas 127,3 hektare di Pulau Sebatik yang masuk ke wilayah Malaysia. Namun, sebagai imbalannya, Indonesia mendapatkan wilayah yang lebih luas. Di segmen Sungai Simantipal, seluruh area seluas 5.700 hektare disepakati untuk menjadi bagian dari Indonesia. "Yang dimaksud itu adalah 127 hektare itu ada di dua desa yang konsekuensinya masuk ke wilayah Malaysia, tapi kita mendapatkan kompensasi 5.700 hektare pada masuk ke dalam sisi Indonesia," jelasnya.

Advertisement

Dengan penjelasan tersebut, Tito meminta agar masyarakat tidak lagi mempercayai narasi yang menyebutkan bahwa dua desa hilang ke Malaysia. "Ini yang mohon apa kami klarifikasi dalam forum ini karena kadang-kadang menjadi apa isu di publik seolah kita kehilangan dua desa. Padahal desanya tidak hilang, yang hilang itu adalah sebagian tanahnya tapi kita mendapatkan lebih dari itu," ungkap mantan Kapolri ini. Melalui pernyataan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami situasi sebenarnya dan tidak terpengaruh oleh informasi yang salah.

Berita Terbaru
  • Wamendagri Bima Lantik Pengurus ALTI Jawa Tengah, Dorong Trail Run Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
  • FOTO: Robot Mirip Manusia Laris Meski Dibanderol Hingga Rp 2 Miliar
  • KPK OTT di Kuansing, 10 Orang Dibawa ke Jakarta
  • Terungkap, OTT KPK di Kuansing Diduga Terkait Jual Beli Jabatan
  • Membongkar Strategi Bank Jakarta Jaga Pertumbuhan di Tengah Kondisi Pasar Terus Berubah
  • berita update
  • malaysia
Artikel ini ditulis oleh
Editor Muhamad Agil Aliansyah
P
Reporter Putu Merta Surya Putra, Delvira Hutabarat
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.