Mendagri Ingatkan Gubernur Riau Hindari Area Rawan Korupsi Saat Susun Anggaran
Syamsuar dan Edy diminta berdiskusi dengan Pimpinan KPK terkait Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi (Renaksi Korsugap). Tjahjo tak ingin lagi ada kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, meminta Gubernur Riau dan Wagub Edy Natar Nasution berhati-hati merencanakan anggaran pemerintah daerah. Syamsuar dan Edy Natar diingatkan memahami area rawan korupsi.
Hal tersebut disampaikan Tjahjo mengingat sudah tiga kali Gubernur Riau terkena kasus korupsi dan menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Pahami area rawan korupsi di dalam konteks perencanaan anggaran, tiga gubernur (sudah ditangkap KPK) lho. Itu semua (tiga gubernur ditangkap) terkait masalah perencanaan program anggaran, saya kita ini yang hati-hati," kata Tjahjo Kumolo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (20/2).
Dia mengatakan, Syamsuar dan Edy harus berdiskusi dengan Pimpinan KPK terkait Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi (Renaksi Korsugap). Tjahjo tak ingin lagi ada kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.
"Ini agar langkah-langkah yang dikerjakan oleh gubernur dan wakil gubernur sesuai dengan mekanisme dan aturan hukum. Pokoknya silakan jalan sesuai dengan disekresi yang ada. Tetapi harus sesuai mekanisme dan hukum yg berlaku," jelasnya.
Tjahjo yakin Syamsuar dan Edy dapat menjalani tugasnya dengan baik. Menurut dia, pengalaman Syamsuar menjadi Bupati Siak dapat memperkuat birokrasi di Riau.
"Yang penting dia menata tata kelola dan struktur birokrasi yang ada di Riau untuk diperkuat. Sehingga fungsi pembinaan dan pengawasan melekat pada gubernur dan wagub sebagai wakil pemerintah pusat," paparnya.
Adapin tiga Gubernur Riau yang ditahan KPK, antara lain Saleh Djasit, Rusli Zainal hingga Annas Maamun. Saleh Djasit terjerat kasus pengadaan Mobil Kebakaran di era Mendagri Hari Sabarno.
Sementara itu, Rusli Zainal dan Annas Maamun terjerat kasus suap dan korupsi pemberian izin sektor Kehutanan di Riau.
Reporter: Lisza Egeham
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Sudah Ingatkan Area Rawan Korupsi, Mendagri Prihatin Ada Lagi Kepala Daerah Kena OTT
Sepanjang 2018, 31 Kepala Daerah Korup Disikat KPK
Lantik Bupati dan Wabup Bogor, Ridwan Kamil Tak Ingin Ada Kepala Daerah Ditangkap KPK
Trimedya Sebut Biaya Pilkada Mahal Jadi Faktor Kepala Daerah Korupsi
Moeldoko: Saya Sedih Banyak Kepala Daerah Muda Ditangkap KPK
Ridwan Kamil Beri Perlakuan Khusus Daerah yang Pernah Tersangkut Kasus Korupsi
KPK: 20 Calon Kepala Daerah Beri Mahar ke Partai Politik