Mendag Ungkap Alasan Petani Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi
Muhammad Lutfi mengatakan, Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) atau data penerimaan pupuk subsidi yang diterapkan Kementerian Pertanian di 2021 berjumlah lebih dari 24,3 juta. Sementara alokasi pupuk subsidi dari pemerintah hanya sedikit di atas 9 juta.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkap, kelangkaan pupuk bersubsidi pada level petani. Karena naiknya harga bahan kimia di pasar internasional.
"Ini penyebabnya memang harga kimia di dunia itu naik tinggi menjadikan alokasinya menjadi turun. Dan ini menyebabkan kelangkaan daripada pupuk bersubsidi di masyarakat," kata Muhammad Lutfi dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (31/1).
Muhammad Lutfi mengatakan, Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) atau data penerimaan pupuk subsidi yang diterapkan Kementerian Pertanian di 2021 berjumlah lebih dari 24,3 juta. Sementara alokasi pupuk subsidi dari pemerintah hanya sedikit di atas 9 juta.
"Jadi sebenarnya terjadi gap 34 persen. Kalau kita lihat pada alokasinya yang terjadi pada akhir Desember 2021, dari alokasi 9 juta itu hanya 8,7 juta yang bisa dialokasikan dan realisasi terakhir tidak sampai 8 juta," katanya.
Muhammad Lutfi mengakui terjadi gap yang lebar antara RDKK, alokasi dan realisasi pada petani. "Memang terjadi gap yang luar biasa antara RDKK, alokasi dan implementasi," tegas dia.
Baca juga:
Ketua DPR Minta Sindikat Mafia Pupuk Bersubsidi Diberantas
Permasalahan Pupuk Subsidi Dinilai Berawal dari Kurang Akuratnya Data
Polisi Amankan 1,7 Ton Pupuk Ilegal di Lampung
Kementan Apresiasi Penangkapan 3 Pelaku Penyelewengan Pupuk Bersubsidi di Nganjuk
Polisi Tangkap 3 Pelaku Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi di Nganjuk
Dipantau 24 Jam, Strategi Pupuk Kaltim Amankan Stok Pupuk dan Objek Vital Nasional