Menaker Hanif: Hanya Tuhan yang tahu jumlah TKI ilegal
Ratusan TKI ilegal di Malaysia akan dipulangkan secara bertahap.
Kementerian Tenaga Kerja memulangkan sedikitnya 703 TKI bermasalah di Malaysia. Pemulangan ini terbagi dalam beberapa tahap penjemputan. Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengaku tidak hafal total TKI ilegal yang bekerja di lintas negara.
"Banyak, jumlah pasti itu hanya Tuhan yang tahu, namanya juga ilegal. Perkiraan ratusan ribu lah," kata Hanif saat menunggu kedatangan ratusan TKI di landasan udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (23/12).
Dia menceritakan awal mula pemulangan ratusan TKI di negeri jiran tersebut. Tiga hari yang lalu, Hanif bertemu Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Dalam Negeri Malaysia. Dari pertemuan itu, Hanif membawa pulang kloter pertama 383 TKI ilegal naik kapal menuju Indonesia.
Bagian Imigrasi Malaysia menginformasikan bahwa sedikitnya 1.428 TKI ilegal dipenjara. Dari angka tersebut, banyak yang belum bisa dipulangkan cepat karena harus menyelesaikan sejumlah persoalan seperti gaji belum dibayar dan ada yang tersangkut masalah pidana sehingga harus berurusan dengan mahkamah di Malaysia.
"Nah yang bisa dipulangkan lebih cepat dipulangkan hari ini dan besok itu ada 703 orang. 494 hari ini, kemudian sisanya besok.Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di luar negeri membantu permasalahan mereka," lanjutnya.
Sesampainya di Tanah Air, para TKI segera dipulangkan ke daerah masing-masing. Untuk yang berdomisili di Jawa Barat bisa dipulangkan langsung, sedangkan TKI yang berasal dari luar daerah tersebut akan transit semalam di mes milik Kemenaker dan Kemensos yang ada di Bekasi.
Diakui Hanif, banyak TKI ilegal karena tertipu agen penyalur tenaga kerja. Namun dia tidak memungkiri ada juga yang memang keinginan mereka sendiri.
Ke depannya, Hanif berjanji akan memberikan pelatihan, lapangan pekerjaan dan wirausaha kepada mantan TKI ilegal.
"Ada sejumlah program di sejumlah kementerian yang nanti kita akan bantu fasilitasi melalui program itu, ada di Kemensos itu program jaminan hidup, padat karya, wirausaha, macam-macam lah," sambungnya.
(mdk/cob)