Menag Yaqut: Ramadan dan Idulfitri Saat Pandemi Memperkuat Nilai Kemanusiaan
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas berharap, seluruh umat dapat mengambil pelajaran (ibrah) dari peristiwa ini. Salah satunya, dari pandemi, umat kembali diingatkan dengan ajaran agama bahwa menyelamatkan nyawa sesama adalah prioritas utama.
Umat muslim Indonesia akan merayakan hari kemenangan Idulfitri 1 Syawal 1442 H, esok hari, Kamis (13/5). Ini adalah kali kedua umat muslim merayakan Idulfitri di tengah pandemi.
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas berharap, seluruh umat dapat mengambil pelajaran (ibrah) dari peristiwa ini. Salah satunya, dari pandemi, umat kembali diingatkan dengan ajaran agama bahwa menyelamatkan nyawa sesama adalah prioritas utama.
"Pandemi Covid-19 telah mempertajam pemahaman kita bahwa salah satu inti ajaran agama adalah menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ramadan dan Idulfitri saat pandemi semakin perkuat nilai kemanusiaan," katanya di Jakarta, Rabu (12/5).
"Puasa dan ibadah lainnya yang telah dijalani selama Ramadan dalam suasana pandemi ini semoga meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah sehingga menjadi spirit baru bagi kita untuk terus menebarkan kebajikan dan rahmat bagi semesta," sambung Yaqut.
Dia berharap, tempaan Ramadan yang dijalankan di tengah pandemi memberi makna lebih sekaligus bekal bagi umat Islam untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
"Ketakwaan yang tidak hanya tercermin dalam kesalehan personal, tapi juga kesalehan sosial dalam rupa kepedulian pada sesama. Ketakwaan yang memiliki keseimbangan antara spiritual vertikal dengan kesalehan sosial," jelasnya.
Yaqut mengapresiasi bentuk kesalehan sosial yang telah dilakukan semua pihak saat Ramadan, salah satunya ketaatan menjaga protokol kesehatan (prokes) serta kondusivitas dalam peribadatan.
"Mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama dan masyarakat, alim ulama, ormas islam, pengelola media, insan pers, para dermawan, TNI/Polri, hingga para tenaga medis yang terus berjuang menyelamatkan pasien Covid-19," terangnya.
Dia mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momentum Idulfitri ini untuk mengagungkan asma Allah melalui takbir dan tahmid. "Kita bersyukur atas segala nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita semua," ungkapnya.
Yaqut pun mengingatkan seluruh umat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam berlebaran.
"Karena masih pandemi, mari beribadah dan berlebaran dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan disiplin 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas," pesannya.
Demi menjaga protokol kesehatan, Ayah dari empat putri ini juga mengungkapkan rencananya untuk melaksanakan takbiran dan salat Idulfitri di rumah saja. "Saya juga akan takbiran di rumah bersama keluarga inti, anak-anak dan istri. Kamis pagi, saya akan menjadi imam dan khatib Salat Id di rumah. Saya akan menyampaikan pesan khatib tentang hikmah puasa dan spirit Idulfitri di tengah pandemi," tutup Yaqut.
Baca juga:
Jokowi Bakal Salat Idulfitri 1442 Hijriah di Istana Bogor
Berburu bunga cantik jelang Idul Fitri
Ziarah Kubur di Cianjur Diizinkan dengan Prokes dan Diawasi Satpol PP
Satgas Covid-19 Minta Masyarakat di Zona Hijau & Kuning Tak Silaturahmi Fisik
Dilarang Mudik, Ganjar Bikin Open House Virtual Lagi
Pemprov Babel Izinkan Salat Id di Masjid dan Lapangan Terbuka