LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menag minta pesantren bendung penyebaran paham radikalisme

Dia juga meminta agar pondok pesantren punya kontribusi yang berarti kepada masyarakat. Untuk itu, kata Lukman, pemikiran-pemikiran pesantren yang selama ini menjadi tradisi keislaman sudah sepatutnya diberikan wadah berupa forum yang direncanakan dengan baik secara terstruktur dan sistematis.

2018-10-10 21:34:00
Lukman Hakim Saifuddin
Advertisement

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin membuka acara Muktamar Pemikiran Santri Nusantara di Pondok Pesantren Ali Maksum, Krapyak, Kabupaten Bantul, DIY, Rabu (10/10). Dalam pidatonya, dia meminta agar pondok pesantren punya kontribusi positif bagi berbagai macam masalah baik keagamaan maupun kebangsaan di Indonesia.

Lukman menerangkan saat ini kehidupan berbangsa dan beragama di Indonesia sedang diganggu oleh paham radikalisme. Lukman juga menyebut jika globalisasi akan membuat masyarakat Indonesia musti berhadapan dengan sejumlah paham ekstrim.

"Islam yang diajarkan kepada kita adalah wajah yang wasatiyah (moderat) yang senantiasa menjunjung tinggi nilai kebangsaan," ujar Lukman.

Advertisement

Dia juga meminta agar pondok pesantren punya kontribusi yang berarti kepada masyarakat. Untuk itu, kata Lukman, pemikiran-pemikiran pesantren yang selama ini menjadi tradisi keislaman sudah sepatutnya diberikan wadah berupa forum yang direncanakan dengan baik secara terstruktur dan sistematis.

"Hanya dengan berkontribusi kepada masyarakat, eksistensi pondok pesantren bisa terjaga," tutup Lukman.

Muktamar Pemikiran Santri Nusantara imi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Santri 2018 yang diprakarsai oleh Kemenag. Di muktamar ini juga akan diselenggarakan forum-forum diskusi yang akan mempresentasikan 170 paper dari pesantren, mahasiswa, akademisi, dan peneliti keislaman yang membahas fenomena keislaman kekinian dalam kaitannya dengan pesantren.

Advertisement

Baca juga:
BNPT: Ulama, pendeta, pastor, biksu harus partisipasi atasi radikal
BNPT: Mari sama-sama bangun bangsa, tak ada tempat bagi radikalisme
Survei LSI: Gerakan 212 buka kran peningkatan radikalisme di Indonesia
Mantan teroris sebut ciri anggota ISIS tidak menghormati ulama
KPAI sebut calon pengantin & guru perlu diberi bimbingan antiradikalisme
Kepala BNPT ingatkan aparat tak terpengaruh paham radikal

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.